Ramadhan ….

November 13th, 2006 by epsdin-alhanif

Ramadhan ….

Bulan Perubahan Diri dan Masyarakat

Aep Saepudin

 

Segala puji hanya bagi-Mu ya
… Allah, Rabb yang menggenggam diri ini, Rabb yang mengatur jagat raya ini,
Rabb yang senantisa memberikan nikmat dan hidayah kepada hamba-hamba-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada uswah kita, Muhammad saw, para
sahabat, keluarga, serta umat yang senantiasa setia berjuang di jalannya
.

Wahai manusia! Sungguh telah
datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah.
Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling
utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya
adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu
Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini napas-napasmu menjadi tasbih, tidurmu
adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.
Marhaban ya
… Ramadhan. Ahlan wasahlan ya …. syahrul shiam, syahrul maghfirah, syahrul
jihad ….. Bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan penerang bulan sebelumnya.
Bulan pemberi kesejukan jiwa, hati, dan fikiran. Bulan yang mempunyai banyak
nama yang indah. Nama yang mencerminkan perubahan karakter menuju diri dan masyarakat
madani.

 

Ramadhan adalah bulan peningkatan
ibadah

Lihatlah kondisi mesjid sebelum, ketika,
dan setelah ramadhan. Sebelum ramadhan mayoritas mesjid jarang dikunjungi oleh
jamaah. Lantunan ayat-ayat illahi pun jarang dikumandangkan. Tapi, Sungguh luar
biasa, ketika bulan ramadhan shaf shalat berjamaah bertambah, kegiatan
pengajian meningkat, lantunan ayat-ayat suci al qur’an dan shalawat nabi
menggema di udara , pengajian dan pengkajian ilmu keislaman hampir sudah
menjadi rutinitas. Setelah ramadhan berlalu, kondisi mesjid kembali seperti
semula.

Gambaran di atas membuktikan begitu
besarnya peran ramadhan dalam meningkatkan kualitas ibadah kita. Pada bulan ini,
Allah swt melipatgandakan pahala bagi orang yang beribadah dengan ikhlas
kepada-Nya. Nilai shalat sunnah sama dengan shalat fardhu. Pahala sedekah
dilipatgandakan menjadi ratusan kali lipat. Pengampunan dosa dan noda di
kumandangkan. Hal inilah yang membuat meningkatnya kualitas dan kuantitas
ibadah di bulan ramadhan.

  • Dari
         Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi
         wasallam bersabda: "Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan
         yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang
         berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat
         memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla
         setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga),’Hampir tiba
         saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta
         mereka menuju kepadamu, ‘pada bulan ini para jin yang jahat diikat
         sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan
         diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam.
    "Beliau
         ditanya, ‘Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar’ Jawab beliau,
         ‘Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika
         menyelesaikan amalnya.’ " (HR. Ahmad)’"
  • "Barangsiapa
         berpuasa Ramadhan kerana iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya
         diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
  • "Shalat
         lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum ‘at lainnya, dan Ramadhan ke
         Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya
         jika dosa-dosa besar ditinggalkan." (HR. Muslim).

 

Ramadhan adalah bulan kejayaan islam

Pada
bulan inilah umat islam dahulu bangkit menuju kejayaan diri dan nurani. Umat
muslim bergerak meningkatkan kualitas jiwa, ibadah, dan muamalah menuju
peradaban qur’ani yang menggema di sentero jagat raya. Tinta emas dan goresan pena sejarah terukir
pada bulan ini.

  • Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an sebagai
         petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk
         dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.
  • Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang
         Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan
         yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah
         syirik dan kaum musyrikin.
  • Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah
         Al-Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia
         ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah
         menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota
         Makkah, dan Makkah pun menjadi negeri Islam.
  • Peristiwa proklamasi kemerdekaan RI terjadi pada 17
         Ramadhan.

 

Ramadhan adalah bulan penegak syiar
islam

Aktivitas dan budaya masyarakat Indonesia
pada bulan ramadhan lebih agak islami dibandingkan pada bula lainnya. Corak
kehidupan islami menggema di berbagai media. Tayangan film yang penuh
kehedonisan mulai berkurang beralih ke acara islami. Kajian tafsir, tablig
akbar, ceramah dari para ustadz berkumandang mengisi siaran TV dan radio. Para
artis mulai belajar menutupi auratnya. Lagu-lagu islam berkumandang dan naik
daun. Nuansa kehidupan mulai dari rumah, perusahaan sampai ke pemerintahan
terbumbui dengan indahnya ramadhan. Pusat kegiatan maksiat seperti club malam,
diskotik, arena perjudian, dan pelampiasan hawa nafsu di gerebeg dan
ditutup – semoga berjalan hingga seterusnya – demi menghormati orang yang
berpuasa.

 Sungguh
indahnya engkau wahai …. syahrul nikmah. Ramadhan telah membuktikan keindahan
islam yang penuh dengan kedamaian, toleransi saling menasihati, empati dan
simpati, dan manjaga amalan hati. Itulah islam. Agama yang paling sempurna.
Seimbang antara misi kesuksesan dunia dan kesuksesan akhirat. Pada bulan ini
telah jelas tampak bahwa islam bukanlah agama kekerasan tapi agama yang penuh
kehalusan dan ketegasan, islam bukanlah agama yang jauh dari keduniaan tapi agama
yang mengontrol keduniaan, islam bukanlah agama yang kuratif tetapi preventif
dalam menghadapi suatu masalah.

 

 

 

Ramadhan adalah bulan pemersatu umat

 Ibadah
puasa di bulan ramadhan ternyata membawa efek pada proses pemersatuan umat ini.
Rasa individual berkurang, sikap egois
mengikis, dan kasih sayang antar sesama merona dalan nuansa kehidupan
masyarakat. Dengan puasa kita akan merasakan bagaiamana lapar dan haus yang dialami
oleh orang yang kelaparan, bagaimana sedihnya hati para masakin yang tak mampu
membeli sesuap nasi. Hal ini akan menimbulkan jiwa empati dan simpati dari yang
kaya kepada yang miskin, yang kuat kepada yang lemah, dan yang atas kepada yang
bawah. Hal ini sungguh potensial untuk membawa masyarakat pada persatuan.

Di bulan ini pula kesadaran akan
kebersamaan meningkat. Kegiatan kebersamaan dan penuh ukhuwah menjadi trend,
seperti buka bareng dan ngabuburit. Silaturahmi antar elemen masyarakat
maupun pemerintah kerap terjadi. Budaya saling kirim hadiah dan ucapan selamat
berpuasa menjadi perekat dan pengikat tali ukhuwah islamiyah di masyarakat.

 

Nama-nama ramadhan diatas merupakan
gambaran kecil dari peran ramadhan sebagai sarana pembawa perubahan menuju perbaikan
diri (kualitas ibadahnya baik), dan masyarakat (bersatu, menyiarkan islam, dan  dapat menorehkan tinta kejayaan dalam
sejarah).

Sebagai sarana perubahan ini,
terutama perubahan diri, ramadhan ibarat kepompong yang merubah seekor ulat
bulu yang menjijikan menjadi seekor kupu-kupu indah nan terbang menawan.. Perubahan
ke arah lebih baik tak akan terjadi jika tak melewati masa kepompong ini. Pada
masa inilah, kita di uji dengan berbagai cobaan hingga mencapai derajat terpuji.

 

Pemuda-Mahasiswa Akselelator Kebangkitan Bangsa

November 13th, 2006 by epsdin-alhanif

Pemuda-Mahasiswa
Akselelator Kebangkitan Bangsa

Aep
Saepudin

 

“Kami ceritakan kisah mereka
kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah
pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka (Sang Pencipta), dan Kami
tambahkan kepada mereka petunjuk”.

(Q.S. Al-Kahfi : 13)

 

Wahai pemuda bangkitlah !!!

28
Oktober 1928 merupakan tahun bertuliskan tinta emas dalam sejarah kebangkitan
bangsa

Indonesia

.
Pada tahun tersebut pemuda dari berbagai daerah memainkan peranan penting
menuju persatuan dan kesatuan bangsa. Tekad bersatu dalam bahasa, bangsa, dan
tanah air

Indonesia

tertanam dalam hati dan jiwa mereka. Wong Java, wong Celebes, wong

Ambon

, dan wong lainnya berkumpul demi mewujudkan satu
tekad, satu kata, satu barisan, dan satu perjuangan, perjuangan menuju gebang
persatuan dan kesatuan.

Perbedaan
bahasa, suku, keturunan, dan rasial haruslah ditimbun. Penjajahan tak akan
berhenti tanpa persatuan dan kesatuan dari bangsa ini. Tanamkanlah kata satu
nusa, satu bangsa, satu bahasa, satu

Indonesia

. Tonjolkan persamanaan
dan simpanlah perbedaan Perbedaan bukanlah penghalang dan penghambat dalam
persatuan. Perbedaan adalah modal yang perlu didaya gunakan demi kejayaan
bangsa ini. Itulah prinsip pemuda dahulu dalam berjuang mengusir penjajahan dan
menegakkan panji kebenaranan.

“Berikanlah
aku

lima

pemuda, niscaya aku akan merubah dunia.” Perkataan tersebut terucap dari lisan
presiden pertama kita, Soekarno. Ketika muda, Soekarno amat peduli dengan
permasalahan bangsa. Beliau berusaha mencari jalan keluar guna menentang
penjajahan asing yang menyengsarakan rakyat. Semangat dan keberaniannya dalam
perjuangan menuju kebangkitan bangsa perlu kita tiru. Pidato berjudul
“Indonesia Menggugat” adalah sebagian kecil karya beliau yang berpengaruh dalam
kebangkitan bangsa ini. Soekarno berhasil meraih cita-cita kemerdekaan

Indonesia

karena memegang teguh idealisme, integritas dan konsistensi perjuangan yang
tidak pernah gentar terhadap kekejaman dari kekuasaan penjajah yang
menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Jadi, pola pikir dan sikap mental founding
fathers
sangat perlu dimiliki oleh generasi muda saat ini demu terwujudnya
keadilan dan kejayaan bangsa.

Kemanakah
Soekarno-Soekarno zaman sekarang? Tatkala bangsa ini dilanda kesedihan. Ketika
uluran tangan-tangan rakyat kecil menanti bantuan hidup dan ratapan kemiskinan
menyelimuti ibu pertiwi. Bangunlah pemuda. Tegapkan badanmu. Bulatkan tekadmu.
Satukan perjuanganmu untuk mempercepat kebangkitan bangsa ini.

Ketidakadilan
yang kini kian menjepit rakyat miskin patut menjadi fokus perhatian generasi
muda. Gelombang unjuk rasa yang dimotori para pemuda untuk melawan
ketidakadilan merupakan refleksi semangat sumpah pemuda 1928, sekaligus sebagai
kepedulian terhadap kepincangan penegakan hukum. Kepedulian generasi pemuda
terhadap berbagai persoalan bangsa merupakan sarana mengasah daya kritis
sekaligus sebagai bekal bila kelak menerima estafet kepemimpinan.

 

Potensi Besar
Pemuda-Mahasiswa dalam Kehidupan Masyarakat

Kontribusi
pemuda dalam perjuangan bangsa demi kebangkitan dan perubahan nasib rakyat tak
akan pernah berakhir. Tahun 1945 dan 1998 merupakan sebagian kecil dari rentetan
periode perjuangan pemuda yang berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah
kebangkitan bangsa.

Proklamasi
Kemerdekaan Repulik

Indonesia

tahun 1945 tercetus akibat peran para pemuda. Mereka yang termasuk dalam
golongan muda terpelajar mendesak golongan tua untuk segera memanfaatkan
kekosongan kekuasaan (vacum of power). Ketika itu Jepang sang penjajah sedang
dilanda kehancuran akibat serangan sekutu Amerika.

Para

pemuda dengan sigap, segera mendesak golongan tua untuk memamnfaatkan
kesempatan ini dengan cara memproklamirkan kemerdekaan. Golongan tua tetap
menolak keinginan para pemuda tersebut karena harus menunggu keputusan dari
pihak Jepang.. hal ini berlanjut dengan kasus pengaman Soekarno ke
Rengasdengklok. Di sinilah para pemuda berdiskusi dan mendesak Soekarno untuk
segera memproklamasikan kemerdekaa, hingga akhirnya Proklamasi Kemerdekaan sepakat
dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945.

1998,
masa reformasi. Pemuda yang sebagian besar adalah mahasiswa berperan dalam
merubah tatanan negara ini menuju arah perbaikan. Kasus unjuk rasa Trisaksi,
Semanggi, dan Kuningan adalah gambaran konkrit dari perjuangan pemuda-mahasiswa
dalam memperbaiki nasib bangsa ini. Harta, waktu, dan jiwa mereka korbankan
demi kepentingan dan kesejahteraan bangsa. Di pundak mereka lah terletak
tanggung jawab yang berat dan mulia untuk melakukan perubahan yang berpihak
pada kepentingan rakyat. Pantaslah jikalau pemuda disebut sebagai harapan
bangsa yang mengemban amanah dalam memperjuangkan hak-hak rakyat. 

Demikian keadaan dan peran
golongan pemuda. Kiprah mereka telah terukir indah dalam tinta emas sejarah
bangsa ini. Mereka merupakan tonggak dan potensi besar suatu kehidupan.
Terlebih kelompok pemuda seperti mahasiswa; karena, selain diharapkan oleh rakyat
kecil, peranan mereka pun sangat didambakan oleh kelompok masyarakat lainnya
sebagai pionir perubahan ke arah yang lebih baik. Posisi mereka sebagai
“mahasiswa” memang menjadi peluang bagi mereka untuk mengembangkan potensi
sebesar-besarnya. Tidak heran jika perubahan sosial politik diberbagai belahan
dunia dipelopori oleh gerakan pemuda-mahasiswa. Sebagian sahabat yang menyertai
Rasulullah SAW dalam memperjuangkan Islam – yang akhirnya berhasil menguasai
lebih dari dua pertiga belahan bumi – adalah para pemuda yang menjadi murid
(mahasiswa) Rasulullah SAW.

 

Pemuda adalah agent of
change potensial

Secara fitrah, masa muda
merupakan jenjang kahidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan
jasmani, perasaan dan akalnya, sangat wajar jikalau pemuda-mahasiswa memiliki
potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya. Kepekaan
yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki pemuda mahasiswa. Pemikiran
kritis mereka sangat didambakan rakyat. Di mata masyarakat umumnya, mereka
adalah agen perubahan (agent of change) tatkala masyarakat terkungkung oleh
tirani kezaliman dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika
masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu
peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib rakyat kelak,
bergantung pada kondisi pemuda dan mahasiswa sekarang ini.

Namun, potensi tinggallah
potensi. Ibarat pedang yang sangat tajam; ketajamannya tidak menjadi penentu
bermanfaat-tidaknya pedang tersebut. Orang yang menggenggam pedang itu-lah yang
menentukannya. Pedang yang tajam terkadang digunakan untuk menumpas kebaikan
dan mengibarkan kemaksiatan, jika dipegang oleh orang yang tidak bertanggung
jawab. Sebaliknya, jika berada di tangan orang yang bertanggung jawab,
ketajaman pedang itu akan membawa manfaat. Demikian juga dengan potensi
mahasiswa. Potensi yang begitu hebat itu bisa dipergunakan untuk menjunjung
tinggi kebaikan, bisa juga untuk memperkokoh kejahatan dan kedurjanaan. Itulah
sebabnya, begitu banyak contoh pemuda-mahasiswa yang berjasa menjadi pilar
penentu kemajuan suatu peradaban, tetapi tidak sedikit di antara mereka yang
mengakibatkan runtuhnya sendi-sendi peradaban, dan menghancurkan kemuliaan
suatu tatanan kehidupan.

 

daun-daun berguguran

mengering, hancur dan
terombang ambing dalam kefanaan kehidupan bangsa

cucuran keringat, darah,
tetesan air mata rakyat

membasahi pakaian ibu
pertiwi

tangisan anak kecil dan
ratapan wajah muram

menunggu senyuman bahagia dan
uluran tangan sang pembaharu

 jiwa muda jiwa pembangkit

pembangkit
kejayaan negeri

darah
muda darah pengorbanan

pengorbanan
lurus dan suci

jerih
payah pemuda jerih payah bangsa

 hai jiwa berkemul selimut

bangunlah dari tidur
nyenyakmu

bersihkan badan dan
pakaianmu

sigap, tanggap, dan peka
dalam perjuanganmu

 majulah wahai pejuang muda, pejuang harapan bangsa

dalam
satu cita, satu tekad, dan satu perjuangan

perjuangan
menjemput kebangkitan dan kejayaan negeri ini

 

Potensi yang dimiliki oleh
pemuda-mahasiswa haruslah diarahkan untuk menyokong dan mempropagandakan
nilai-nilai kebaikan. Seorang mahasiswa tentunya akan berada di garis depan
untuk membela, memperjuangkan, dan mendakwahkan nilai-nilai akhlakul karimah.
Seorang mahasiswa tidak layak hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan di
tengah kemunduran rakyat yang sangat memprihatinkan ini. Seorang mahasiswa
jangan sampai menjadi penghalang kemajuan bangsa dan perjuangan menuju
kebangkitan Indonesia. Bersemangatlah dan lakukan yang terbaik. Merdeka !!!

 

“The True Power Of Water”

September 21st, 2006 by epsdin-alhanif

Peneliti Jepang, Dr. Masaru Emoto membuktikan bahwa air sanggup
membawa pesan dan informasi positif. Sudah banyak "ayat-ayat" Allah
ditunjukkan, tapi kita jarang mensyukurinya

Orang yang belum mengerti hakikat dan karakteristik air sering mengira
bahwa pengobatan alternative dengan cara meminum air yang telah diberi
doa sebelumnya, merupakan suatu cara yang tidak ilmiah. Karena itu maka
"layak" disebut sebagai cara yang tidak rasional. Namun, seorang
peneliti Jepang terkenal, Dr. Masaru Emoto berhasil membuktikan bahwa
air sanggup membawa pesan atau informasi dari apa yang diberikan
kepadanya. Bahkan air yang diberi respon positif, termasuk doa, akan
menghasilkan bentuk kristal heksagonal yang indah.

Hasil penelitian Masaru Emoto yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia "The True Power Of Water"
[Hikmah Air dalam Olahjiwa], (MQS Publishing, 2006), merupakan
pengalaman menakjubkan karena membuktikan bahwa air ternyata “hidup”
dan dapat merespon apa yang disampaikan manusia.

Temuan Masaru memrupakan hasil kerja kerasnya sebagai wujud kecintaan
terhadap ilmu pengetahuan. Ia bahkan melakukan percobaan dengan air di
Swiss, Berlin dan Prancis.

imageTemuannya itu kemudian ia bawa ke markas Besar PBB di New York bulan Maret 2005 lalu.

Dr. Masaru Emoto melakukan penelitian selama 2 bulan bersama sahabatnya
Kazuya Ishibashi (seorang ahli sains yang mahir menggunakan mikroskop).
Masaru yang menyelesaikan pendidikannya di Yokohama Municipal
University Departemen Kemanusiaan dan Sains jurusan Hubungan
Internasional berhasil mendapatkan foto kristal air dengan membekukan
air pada suhu -25 derajat Celsius dan menggunakan alat foto
berkecepatan tinggi. Lalu ditelitilah air dengan menggunakan respon
kata-kata, gambar, serta suara. Hasilnya luar biasa, sebagaimana yang
sudah dibaca banyak orang. Air, katanya, bisa menerima pesan.

Bahkan dalam bukunya yang lain, "The Hidden Message in Water", Masaru mengatakan, air seperti pita magnetik atau compact disk.

Kata-Kata

Air mengenali kata tidak hanya sebagai sebuah desain sederhana, tetapi
air dapat memahami makna kata tersebut. Saat air sadar bahwa kata yang
diperlihatkan membawa informasi yang baik maka air akan membentuk
kristal. Jika kata positif yang diberikan, maka kristal yang terbentuk
akan merekah luar biasa laksana bunga yang sedang mekar penuh, seakan
ingin menggambarkan gerakan tangan air yang sedang mengekspresikan
kenikmatannya.
Sebaliknya, jika kata-kata negative yang diberikan, maka akan
menghasilkan pecahan kristal dengan ukuran yang tidak seimbang. Mungkin
juga air dapat merasakan perasaan orang yang menulis kata tersebut.
Jadi bisa dibayangkan bagaimana jika air diberi kumpulan kata yang
merupakan doa?

Subhanallah, kekuatan air yang sudah menerima kata-kata itu,
terutama untuk penyembuhan tentu sangat besar. Apalagi kumpulan kata
yang merupakan doa tersebut bukan kata-kata biasa, tapi berasal dari
Allah SWT dan diucapkan oleh orang shaleh pilihan Allah SWT.

Dr. Masaru sendiri menggunakan kekuatan air untuk pengobatan dengan
menemukan efek gelombang energi yang dia sebut sebagai HADO (energi
atau kumpulan getaran yang ada pada sebuah benda). Lalu dengan HADO
inilah Dr.Masaru bisa memformat efek energi air untuk menyembuhkan
berbagai penyakit. Pengobatan dengan HADO ini merupakan salah satu cara
pengobatan alternative.

Menurut Masaru, banyak peneliti saat ini mulai mempelajari berbagai
pengobatan alternative karena merasakan beberapa kekurangan dalam obat
konvensional Barat, yang hanya mampu mencapai level sel yang
menyebabkan gejala penyakit. Sedang air HADO mampu mengobati penyakit
hingga ke dalam partikel sub atom terkecil. Sudah ada beberapa pasien
Dr.Masaru yang sembuh setelah meminum air HADO.

Penerima Informasi

Berdasarkan penelitian Dr.Masaru, semakin jelas terlihat bahwa kualitas
air dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk, bergantung pada
informasi yang diterimanya. Hal ini membuat kita yakin bahwa kita,
manusia, juga dipengaruhi oleh informasi yang kita terima karena 70%
tubuh manusia dewasa adalah air.

Konsekuensi logisnya adalah manusia, sebagai makhluk yang sebagian
besarnya terbentuk dari air, sudah seharusnya diberikan informasi yang
baik. Jika kita melakukan hal ini, pikiran dan tubuh kita akan menjadi
sehat. Di pihak lain, jika kita menerima informasi yang buruk, kita
akan merasakan sakit.

Ambil contoh begini; Sebagian orang mengatakan bahwa mereka merasa lebih baik hanya dengan berbicara kepada dokter. "Efek placebo"
ikut berperan saat dokter yang mereka percayai berkata, "ini cuma flu
biasa, Anda hanya perlu banyak istirahat. Jangan khawatir, Anda akan
segera sembuh."

Dengan mendengarkan kata-kata dokter tersebut, rasa cemas dan takut
dalam diri mereka benar-benar hilang. Kata-kata tersebut membangunkan
kekuatan untuk menyembuhkan diri sendiri, yang memang sudah ada dalam
tubuh manusia.

Pada zaman dahulu seorang dokter adalah orang yang juga ahli dalam
bidang agama, seperti pendeta atau tabib sehingga dia tidak hanya
memberikan solusi secara konvensional, namun sekaligus memberikan "efek placebo" lewat kata-kata positif berupa doa atau motivasi yang sarat nilai spiritual.

Hal ini juga berlaku bagi konselor yang harus mempunyai kemampuan untuk
mengirim gelombang yang baik agar bentuk gelombang abnormal pada pasien
dapat diperbaiki.

Efek kata-kata juga bisa menimbulkan perilaku negative. Orang acapkali
melakukan bunuh diri setelah membaca informasi tentang materi bunuh
diri. Sekitar dua puluh tahun lalu seorang idola remaja di Jepang
melakukan bunuh diri. Dengan cepat berita tersebut menyebar, banyak
remaja-remaja lain mengikuti jejaknya. Kejadian tentang hantu pembunuh
di Jepang juga mempengaruhi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Nikmat yang mana lagi?

Mari kita ingat kembali bahwa air yang diberikan kata-kata positif akan
menyusun kristal-kristal yang indah. Air mempersembahkan kepada kita
makna yang mengagumkan bahwa kita seharusnya menjalani hidup dengan
cara yang baik, serta tetap menjaga kesehatan pikiran dan tubuh kita
serta berikankata-kata yang positif (informasi) yang baik kepada
manusia, yang 70% tubuhnya adalah air.

Sungguh kita tidak akan mampu menghitung nikmat Allah SWT yang diwujudkan-Nya berupa air.
"Allah-lah yang telah mMenciptakan langit dan bumi serta menurunkan
air hujan dari langit, kemudian Dia Mengeluarkan dengan air hujan itu
berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu, dan Dia telah Menundukkan
(pula) bagimu supaya behtera itu berlayar di lautan dengan
kehendak-Nya, dan Dia telah Menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai."
(QS. Ibrahim : 32).

Sebagai penutup, dalam sebuah karya ilmiah yang ditulis Dr. Akiko
Sugara dari Jurusan Ilmu Kesehatan Universitas Tokyo tentang HADO dalam
makanan membuktikan efek buruk daging babi pada orang yang memakannya.

Bersandar pada Dr. Masaru Emoto dan Dr. Akiko Sugara kita dapat
memahami betapa luar biasa yang diberikan Allah kepada manusia, meski
terkadang otak kita tidak sampai kepadanya. Pertanyaanya, lalu nikmat
yang mana selain kita senantiasa bersyukur kepadaNya? (Hidayatullah.com)

Wallahu’alam bishshawwab

*) Penulis lulusan FISIP Unair
lebih lengkapnya hub :
http://swaramuslim.net/

Antara lobak, telur dan kopi

September 21st, 2006 by epsdin-alhanif

Antara lobak, telur dan kopi   

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan bertanya mengapa hidup ini terasa begitu sukar dan menyakitkan baginya. Dia tidak tahu bagaimana untuk menghadapinya dan hampir menyerah kalah dalam kehidupan. Setiap kali satu masalah selesai, timbul pula masalah baru.

Ayahnya yang bekerja sebagai tukang masak membawa anaknya itu ke dapur. Dia mengisi tiga buah periuk dengan air dan menjerangkannya diatas api. Setelah air didalam ketiga periuk tersebut mendidih, dia memasukkan lobak merah didalam periuk pertama, telur dalam periuk kedua dan serbuk kopi dalam periuk terakhir.

Dia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak tertanya-tanya dan menunggu dengan tidak sabar sambil memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya. Setelah 20 minit, si ayah mematikan api.

Dia menyisihkan lobak dan menaruhnya dalam mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya dalam mangkuk yang lain dan menuangkan kopi di mangkuk lain.

Lalu dia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Lobak, telur dan kopi", jawab si anak. Ayahnya meminta anaknya merasa lobak itu. Dia melakukannya dan berasa bahawa lobak itu sedap dimakan.

Ayahnya meminta mengambil telur itu dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, dia dapati sebiji telur rebus yang isinya sudah keras.

Terakhir, ayahnya meminta untuk merasa kopi. Dia tersenyum ketika meminum kopi dengan aromanya yang wangi. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa erti semua ini, ayah?" Ayah menerangkan bahawa ketiga-tiga bahan itu telah menghadapi kesulitan yang sama,
direbus dalam air dengan api yang panas tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeza.

Lobak sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, lobak menjadi lembut dan mudah dimakan. Telur pula sebelumnya mudah pecah dengan isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

Serbuk kopi pula mengalami perubahan yang unik. Setelah berada didalam rebusan air, serbuk kopi mengubah warna dan rasa air tersebut.
"Kamu termasuk golongan yang mana? Air panas yang mendidih itu umpama kesukaran dan dugaan yang bakal kamu lalui. Ketika kesukaran dan kesulitan itu mendatangimu, bagaimana harus kau menghadapinya ?

Apakah kamu seperti lobak, telur atau kopi ?" tanya ayahnya.

Bagaimana dengan kita ? Apakah kita adalah lobak yang kelihatan keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kita menyerah menjadi lembut dan kehilangan kekuatan. Atau, apakah kita adalah telur yang pada awalnya memiliki hati lembut, dengan jiwa yang dinamis ? Namun setelah adanya kematian, patah hati, perpisahan atau apa saja cabaran dalam kehidupan akhirnya kita menjadi menjadi keras dan kaku.

Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kita menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku? Atau adakah kita serbuk kopi ? Yang berjaya mengubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasa yang maksimum pada suhu 100 darjah celcius.

Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi akan terasa semakin nikmat.
Jika kita seperti serbuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk atau memuncak, kita akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan disekitar kita juga menjadi semakin baik.

Samalah halnya dengan serbuk kopi yang berjaya mengubah air panas yang membakarnya menjadikan ia lebih sedap dan enak untuk diminum.
Antara lobak, telur dan kopi, kita yang mana? http://www.dudung.net/

Marhaban ya…. Ramadhan n_n

September 21st, 2006 by epsdin-alhanif

   

Marhaban ya …. syahrul Ramadhan, bulan penuh berkah dan hikmah. Bulan pengikat tali ukhuwah dan solidaritas. Bulan yang menerangi kegelapan bulan-bulan lainnya. Ku rindu padamu ya … Ramadhan. Telah sekian lama ku tunggu kehadiranmu. Ku ingat selalu masa-masa indah bersamamu.

ya …. ilahi
Jadikanlah bulan ini sebagai pintu kesuksesan dan gerbang kebahagiaan kami
Jadikanlah bulan ini sebagai perekat tali cintaku kapada-Mu
Jadikanlah bulan ini sebagai katalisator yang mempercepat proses perbaikan ibadah kami
Berilah kami air kesegaran yang memberikan rasa semangat nan produktif yang semakin menggebu dalam relung jiwa ini.

Maafkan diri ini, wahai syahrul syiam
jikalau dulu ku tak dapat mengisi hari-hari bersamamu dengan ketaatan dan keikhlasan
Ampunilah jiwa ini, jikalau dulu ku tak maksimal dalam membaca ayat-ayat cinta dari Robb semesta alam
Ku tak kan lupa tetesan air mata yang mengalir di pipi ini ketika berpisah meninggalkanmu Ramadhan … ya …. Ramadhan
Ku berjanji kan mengisi waktu bersamamu menjadi lebih bermakna dan penuh  hikmah.

Ya … Rabb
teguhkanlah jiwa ini
kobarkanlah semangat diri ini
ikhlaskanlah hati ini
tuk lebih taat pada-Mu
tuk lebih merasakan nikmatnya ibadah
tuk lebih menikmati indahnya bulan nan berkah ini
Marhaban Ya … Ramadhan … n_n

eps1

September 19th, 2006 by epsdin-alhanif

Eps2_1

Bila aku ….

September 19th, 2006 by epsdin-alhanif

Bila Aku Jatuh Cinta   

Allahu Rabbi ….
aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta

Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang

Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
….
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta

Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas

Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
….
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta

Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu

dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
….
Bila suatu saat aku jatuh hati

Pertemukanlah kami

Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi ….
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati

Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku

Anugerahkanlah aku cinta-Mu…

Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

Ya …. Robb T_T

September 19th, 2006 by epsdin-alhanif

Ya Rabb….
Sesungguhnya, EngkauLah yg Maha tahu atas segala sesuatu…

Sungguh, tiada sesuatu apapun di dunia ini, melainkan ia dalam pengawasanMu

Engakulah yang Maha tau apa-apa yang terbaik bagiku…

Sesuatu yang kadang aku anggap buruk bagiku…

Yang kadang aku sedih menghadirinya, padahal itu baik bagiku…

Ya Rabb…..

Aku hanyalah seorang yang sedang berusaha memperbaiki diri…
S
eseorang yang mencoba memperbanyak Hapalannya…
eseorang yang mencoba memperbaiki bacaannya….

Seseorang yang sedang berusaha mempersembahkan yg terbaik u/ orang tuaku
Seseorang yang mencoba menghiasi akhlaknya dengan ahlak Rasulullah….

Seseorang yang sedang berusaha menjadi pemimpin, setidaknya bagi diriku sendiri…

Seseorang yang terkadang masih goyah saat harus kembali pada lingkungan yang jahil…
S
eseorang yang masih butuh saudaranya untuk saling mengingatkan….

Hanya seorang yang lemah…….

Ya Rabb…..

Jikalau Engaku menakdirkanku untuk memiliki ”teman sejati” kelak
Ketika Engkau mempertemukanku dengannya…..

Kuingin Seorang yang Paham tentang agamaMu….

Sehingga ia akan mengisi kekuranganku, dan akupun akan mengisi kekurangannya…..

Kuingin ia Yang Cerdas….

Sehingga kelak kami akan diwarisi keturunan yang cerdas pula…
Kuingin ia yang Penyayang…

Sehingga ia tak hanya kan menyayangiku, tapi juga kedua orangtuaku,
dan akupun akan menyayangi oranguanya

Kuingin ia yang hapal setidaknya 2 Juz kalamMu

Sehingga saat ini akupun harus segera melebihi angka itu…

Kuingin ia yang Tegar
Yang akan selalu mendampingiku dengan setia setiap jejak da’wahku
Kuingin ia yang Jujur…

Sehingga tak ada lagi yang akan ia sembunyikan dariku…

Ia yang baik, lembut, pengertian, perhatian……..

Ya Rabb….
Tapi apakah aku pantas berharap akan hal itu?
sedang aku hanyalah aku…..

Aku bukan Abu bakar yang sangat penyayang dan bijaksana

Akupun bukan seorang Umar yang kuat dan disegani semua orang

Akupun bukan Ustman yang kaya raya dan istiqomah pada agamaMU
walau dalam kekayaannya, ia tak terlena karenanya….

Ya Rabb…

Bimbing aku untuk menjadi manusia yang lebih baik dari kemarin…..

Engaku lah yang Maha Tau apa yang terbaik bagiku Ya Rabb…..

hai para pemimpin ^-^

September 15th, 2006 by epsdin-alhanif

Wahai … Sang pemimpin, Sudahkah
Indonesia merdeka?

 

 Ingatkah anda dengan angka 17-08-45?
Memori anda pasti akan mengarah pada momen HUT kemerdekaan RI yang ramai dengan
perayaan dan lomba yang diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari tingkat
pejabat sampai anak balita. Hampir di seluruh pelosok tanah air, momen tersebut
diperingati dan dirayakan dengan penuh gembira. Tapi, apakah di balik
kegembiraan itu mayoritas dari mereka tahu dan mengerti arti dan hakikat
kemerdekaan? Apakah Indonesia sudah merdeka seutuhnya? Hal apa yang harus
mereka lakukan dalam mengisi kemerdekaan ini?

 Merdeka adalah suatu kondisi yang
mencerminkan kebebasan untuk berfikir, berpendapat, dan berbuat tanpa ada
tekanan dan paksaan dari pihak luar. Dalam keadaan merdeka, kita boleh
bertindak sesuai kemauan kita tanpa diliputi dengan  paksaan dan aturan pihak asing. Tapi, ingatlah
bahwa pengertian merdeka itu bersifat fleksibel tergantung pada konteks,
situasi dan kondisi. Merdeka dalam konteks kenegaraan berbeda dengan konteks
pribadi, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan hankam. Oleh karena itu, kata
merdeka haruslah dipandang dari berbagai segi dan bidang agar terhindar dari
sikap pragmatis dan egois.

 Menurut
catatan sejarah, Indonesia telah mencapai kemerdekaan 61 tahun yang lalu.
Kemerdekaan itu dicapai melalui perjuangan dan pengorbanan dari tenaga, darah,
dan harta para pahlawan. Berbagai intervensi pihak luar telah dilalui. Tebing
kediktatoran dan kelicikan sang penjajah yang serakah telah mereka lompati
hingga kita berada dalam kondisi masa kini. Tapi, sudahkah kita memanfaatkan
dan mengisi kemerdekaan ini dengan kontribusi nyata? Apakah kemerdekaan yang
kita rayakan ini sudah sempurna dan mencapai hakikat kemerdekaan yang hakiki?
Seberapa besarkah peranan sang pemimipin negara ini dalam mengisi kemerdekaan?

 Bila
kita telaah realita bangsa ini, kita akan menemukan berbagai keanehan dan
ketimpang-siuran. Sungguh ironis, Indonesia yang mempunyai sumber daya alam
yang begitu besar, keanekaragaman sumber daya hayati dan non hayati yang
melimpah, dan tanah ibu pertiwi yang alangkah subur, tapi kondisi masyarakat
dan sistem kenegaraannya lemah dan rapuh. Tingkat kesejahteraan masyarakat jauh
tertinggal dibandingkan negara lain.

 Pada hakikatnya kita belum merdeka. Kita
masih berada dalam naungan tekanan dan intervensi asing. Sistem kinerja negara
ini belum mandiri dan masih dalam kontrol pihak luar yang berkepentingan untuk
menghancurkan kedamaian negeri ini. Wahai sang pemimipin negeri, seberapa
besarkah kontribusi yang telah kau berikan untuk memakmurkan negeri ini? Kita masih
berada dalam penjajahan!!? Penjajahan yang multidimensi, yang tak hanya secara
jasadiyah tapi secara fikriyah.

 Sistem
perekonomian kita masih layu dan lemah. Secara ekstern, kita masih tergantung
pada bantuan luar negeri yang bukannya me
mbuat kita maju malah sebaliknya. Lilitan utang melingkupi bumi pertiwi
ini. Kita tertipu oleh godaan sang pejilat yang berambisi untuk menghancurkan
negeri ini dan menggerogoti kekayaan
alam yang berada didalamnya. Secara intern, pejabat ekonomi penuh dengan nafsu
duniawiyah yang rentan dengan ambisi, egoisme, dan jiwa serakah hingga budaya korupsi,
kolusi, dan nepotisme telah mengakar dalam sistem kehidupan ini, mulai dari
tingkat negara sampai tingkat RT bahkan keluarga.

 Realita
sosial bangsa ini sangat mengharukan. Bangsa ini kaya akan sumber daya alam,
tapi miskin akan keadilan dan kesejahteraan. Kemiskinan dan kebodohan telah
sekian lama menjajah sang ibu pertiwi ini. Rakyat menangis karena penderitaan.
Sang pemimipin dan wakil rakyat menangis pula karena kesenangan akan harta yang
dimilikinya. Hampir di setiap persimpangan kota kita temui anak jalanan yang
tak jelas nasibnya. Para tuna wisma termenung akan nasib hidupnya. Mereka hanya
bisa menatap gedung-gedung, restoran, dan lalu lalang orang-orang yang
berpakakain mewah, perut kenyang, dan hidup nyaman disertai dengan senyuman.
Bagaimana rasanya jika hal ini kita alami? Bukankah mereka adalah saudara kita
!!? Saudara sebangsa, setanah air, atau seagama !!!

 Cukuplah
contoh di atas menjadi wakil dari seribu satu realita bangsa ini yang menjadi
pembuka hati kita untuk bergerak memperbaiki bangsa ini? Wahai para pengemban
amanah, pemikul harapan rakyat, pemimipin bangsa ini, akan kau bawa ke mana
negara ini? Apa yang akan terjadi beberapa tahun ke depan pada bangsa ini? Mana
janji yang telah kau ucapkan? Apakah ucapanmu adalah sebuah janji, promosi,
atau hanyalah sebuah syair kehidupan?

 Peran
seorang pemimpin sangatlah urgen dan strategis dalam memperbaiki bangsa ini
hingga menuju Indonesia yang merdeka seutuhnya. Bagimanakah peran yang harus
dilakukan oleh sang pimimpin negara ini untuk mewujudkan kondisi merdeka yang
utuh? Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang pemimpin ketika
menghadapi masalah ini :

* Awali
perbuatan dengan niat yang ikhlas dan cara yang benar.

Sebuah benih tanaman tak akan
tumbuh subur jika tak diberi pupuk dan air sesuai dengan takaran.
Begitu pun dengan perubahan revolusioner
tingkat dunia tak akan sukses jika tidak diawali dengan niat atau tujuan yang
konstruktif. Niat yang ikhlas dan cara yang benar wajib dipenuhi dalam mencapai
tujuan dan memecahkan persoalan bangsa ini. Jika ada jalan yang lurus dan aman,
mengapa harus memilih jalan alternatif yang penuh dengan tipu daya muslihat.
Seorang pemimpin tidaklah pantas dalam mengemban amanah rakyat jikalau niat dan
tujuannya hanya untuk memperoleh tahta, harta, dan wanita.

”Sesungguhnya setiap
amalan bergantung pada niat. Dan seseorang tak akan memperoleh sesuatu
melainkan sesuai dengan apa yang diniatkannya”

”Setiap diri adalah
pemimpin dan akan diminta pertanggungjawabannya mengenai hal yang dipimpinnya.”

* Merakyat
bukan menjilat

Pemimipin berasal dari rakyat
dan akan kembali menjadi rakyat.
Pemimpin berasal dari bawahan dan akan kembali menjadi bawahan. Pemimpin
berasal dari objek perintah dan akan menjadi objek perintah. Dunia itu bulat,
kadang siang dan kadang juga malam. Kadang di atas dan kadang juga di bawah. Begitu
juga kedudukan seorang pemimpin.

Wahai sang pemimpin negeri
yang kaya ini, sadarlah bahwa anda berasa dari rakyat. Maka bersikaplah
merakyat agar rakyat selamat. Bersikaplah bijaksana agar rakyat tak merana. Janganlah
kau menipu kalanganmu dahulu (rakyat) dengan menjilat harta dan amanah rakyat.
Telah banyak penderitaan yang dijalani oleh rakyat ini. Kemiskinan, kebodohan,
kelaparan, perusakan etika dan moral, campur baur budaya barat yang destruktif
dan prilaku amoral yang menenggelamkan budaya bangsa ini.

Lihatlah kisah para pemimpin
sukses zaman lampau. Umar bin khatab contohnya. Harta, tahta, dan mahkota tak
menjadi tujuan hidupnya. Kepentingan rakyatlah yang beliau utamakan. Tak ada
setetespun dari uang rakyat yang beliau pergunakan. Peduli, adil, dan bijaksana
beliau laksanakan. Rumah-rumah penduduk beliau kunjungi tanpa memakai title raja dan penguasa. Tatkala melihat
ada salah satu penduduknya yang menangis kelaparan, beliau sigap dan segera
mengambil dan memangkul sekarung beras seorang diri tanpa bantuan bawahannya.
Wahai sang pengemban amanah, sudah berapa rumahkah yang telah kau kunjungi?
Sudah berapa beraskah yang telah kau
angkut untuk rakyatmu? Sudahkah kau menangis setelah melihat penderitaan
rakyatmu?

* Waspada dan hadapi ghozwul fikr

Saat ini kita masih dalam
naungan penjajahan oleh bangsa asing. Penjajahan yang lebih dasyat dari dahulu.
Penjajahan yang multidimensional, menyerang segala aspek kehidupan. Dulu kita
dijajah secara fisik, sekarang bukan hanya fisik tetapi fikriyah atau pemikiran.
Kewaspadaan akan serangan pemikiran ini harus kita waspadai dan kita jadikan
kesempatan untuk melatih pemikiran kita menjadi lebih cerdas dan selektif.

Seorang pemimpin bukan hanya
memimpin rakyat dalam segi tahta dan jabatan, tetapi juga dalam segi pemikiran.
Bukankan pemimpin dipilih karena pemikirannya yang cemerlang? Lalu kenapa
bangsa ini mudah di ombang-ambing segi fikriayahnya?

Kita masih berfikiran
pragmatis dalam melihat suatu bangsa. Boleh jadi bangsa tersebut maju segi
IPTEK dan peradaban, tapi segi etika, moral dan sosial budaya bobrok dan rapuh.
Gaya hidup hedonis, materialistis, free
sex
, narkotika dan jiwa individualis merupakan amunisi yang mereka gunakan
tuk menghancurkan bangsa ini. Food, fashion, and fun (3F) yang destruktif
telah berhasil mereka tanamkan ke tanah bumi pertiwi ini. 3F yang negatif
tersebut telah mengakar dalam kehidupan masyarakat ini.

Sang pemimpin hendaknya peka
terhadap masalah ini. Program, strategi, dan sistem penangkal ideologi dan
fikriyah yang destruktif harus dibentuk dan diimplementasikan dalam segenap aspek
kehidupan. Undang-undang entertainment dan media massa – bidang yang paling
rentan untuk menjadi objek ghozwul fikr
- perlu dipertegas hingga penayangan siaran hiburan dan content media massa terseleksi dan terproteksi dari pemikiran yang
hedonis, apatis, dan sekuler. Pemerintah hendaknya lebih sigap dan tanggap
dalam memberikan sanksi untuk mereka yang melanggar aturan. Ciptakan kerja sama
dengan elemen masyarakat yang kompeten dan peduli bidang etika dan budaya untuk
melenyapkan penjajahan fikriyah ini.

 Solusi
lain untuk menghadapi ghozwul fikr
adalah penerapan pendidikan bebas  propaganda sekuleritas yang menyeimbangkan
potensi intelektual, emosional dan spiritual dan penerapan program pendidikan
yang merakyat (biaya ringan).

Saat ini pendidikan di
Indonesia sedang rapuh. Porsi materi pendidikan belum seimbang antara
emosional, intelektual, dan spiritual. Pendidikan di negara ini lebih banyak
menyinggung masalah intelektual yang lebih bersifat teori bukan aplikatif. Hal
ini menyebabkan produktivitas anak bangsa untuk menghasilkan karya kurang
mendunia. Porsi pendidikan yang tak di bumbui dengan materi management
emosional dan spiritual akan membuat pendirian dan kepribadian menjadi goyah
sehingga mudah tercampuri dengan pemikiran sekuler dan materialis. Kondisi tersebut
diperparah dengan mahalnya biaya pendidikan. Hanya orang berduitlah yang
mendapat pendidikan layak, sementara rakyat jelata dan tak mampu termenung dan
bingung manatap masa depannya. Untuk menangani masalah ini pemerintah hendaknya
menggiatkan pembangunan sekolah gratis dan disebar ke daerah yang layak
disertai peningkatan pemberian dana beasiswa ekonomi dan beasiswa prestasi..

Pendidikan harus mendapat
porsi perhatian yang lebih besar dalam permasalahan negeri ini. Pendidikan
adalah tonggak utama kemajuan bangsa. Pendidikan merupakan amunisi tuk
menghadapi kedzoliman ghozwul fikr yang mencemari tanah air ini. Pendidikan
akan membawa kita menuju Indonesia merdeka seutuhnya.

Tanah air sedang kering kerontang

Dinaungi awan panas dan gempa mencekam

Bumi pertiwi sedang menangis

Dilanda sedih, gundah, dan perih

Menatap bangsa terjajah

Wajah ibu pertiwi pucat

Menengadah ke langit

Menetaskan air mata harapan

Mengharap sosok pengemban amanah sejati

Penghapus dan pengusir penjajahan negeri

Menuju Indonesia merdeka seutuhnya …..

Hai para pemimpin dan
tunas-tunas bangsa mari kita berjuang bersama, satukan kata, genggamkan tangan
menuju Indonesia merdeka seutuhnya.