Ramadhan ….
November 13th, 2006 by epsdin-alhanifRamadhan ….
Bulan Perubahan Diri dan Masyarakat
Aep Saepudin
Segala puji hanya bagi-Mu ya
… Allah, Rabb yang menggenggam diri ini, Rabb yang mengatur jagat raya ini,
Rabb yang senantisa memberikan nikmat dan hidayah kepada hamba-hamba-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada uswah kita, Muhammad saw, para
sahabat, keluarga, serta umat yang senantiasa setia berjuang di jalannya.
Wahai manusia! Sungguh telah
datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah.
Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling
utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya
adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu
Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini napas-napasmu menjadi tasbih, tidurmu
adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Marhaban ya
… Ramadhan. Ahlan wasahlan ya …. syahrul shiam, syahrul maghfirah, syahrul
jihad ….. Bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan penerang bulan sebelumnya.
Bulan pemberi kesejukan jiwa, hati, dan fikiran. Bulan yang mempunyai banyak
nama yang indah. Nama yang mencerminkan perubahan karakter menuju diri dan masyarakat
madani.
Ramadhan adalah bulan peningkatan
ibadah
Lihatlah kondisi mesjid sebelum, ketika,
dan setelah ramadhan. Sebelum ramadhan mayoritas mesjid jarang dikunjungi oleh
jamaah. Lantunan ayat-ayat illahi pun jarang dikumandangkan. Tapi, Sungguh luar
biasa, ketika bulan ramadhan shaf shalat berjamaah bertambah, kegiatan
pengajian meningkat, lantunan ayat-ayat suci al qur’an dan shalawat nabi
menggema di udara , pengajian dan pengkajian ilmu keislaman hampir sudah
menjadi rutinitas. Setelah ramadhan berlalu, kondisi mesjid kembali seperti
semula.
Gambaran di atas membuktikan begitu
besarnya peran ramadhan dalam meningkatkan kualitas ibadah kita. Pada bulan ini,
Allah swt melipatgandakan pahala bagi orang yang beribadah dengan ikhlas
kepada-Nya. Nilai shalat sunnah sama dengan shalat fardhu. Pahala sedekah
dilipatgandakan menjadi ratusan kali lipat. Pengampunan dosa dan noda di
kumandangkan. Hal inilah yang membuat meningkatnya kualitas dan kuantitas
ibadah di bulan ramadhan.
- Dari
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi
wasallam bersabda: "Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan
yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang
berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat
memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla
setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga),’Hampir tiba
saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta
mereka menuju kepadamu, ‘pada bulan ini para jin yang jahat diikat
sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan
diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. "Beliau
ditanya, ‘Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar’ Jawab beliau,
‘Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika
menyelesaikan amalnya.’ " (HR. Ahmad)’" - "Barangsiapa
berpuasa Ramadhan kerana iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya
diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadits Muttafaq ‘Alaih). - "Shalat
lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum ‘at lainnya, dan Ramadhan ke
Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya
jika dosa-dosa besar ditinggalkan." (HR. Muslim).
Ramadhan adalah bulan kejayaan islam
Pada
bulan inilah umat islam dahulu bangkit menuju kejayaan diri dan nurani. Umat
muslim bergerak meningkatkan kualitas jiwa, ibadah, dan muamalah menuju
peradaban qur’ani yang menggema di sentero jagat raya. Tinta emas dan goresan pena sejarah terukir
pada bulan ini.
- Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an sebagai
petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk
dan pembeda antara yang haq dan yang bathil. - Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang
Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan
yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah
syirik dan kaum musyrikin. - Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah
Al-Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia
ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah
menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota
Makkah, dan Makkah pun menjadi negeri Islam. - Peristiwa proklamasi kemerdekaan RI terjadi pada 17
Ramadhan.
Ramadhan adalah bulan penegak syiar
islam
Aktivitas dan budaya masyarakat Indonesia
pada bulan ramadhan lebih agak islami dibandingkan pada bula lainnya. Corak
kehidupan islami menggema di berbagai media. Tayangan film yang penuh
kehedonisan mulai berkurang beralih ke acara islami. Kajian tafsir, tablig
akbar, ceramah dari para ustadz berkumandang mengisi siaran TV dan radio. Para
artis mulai belajar menutupi auratnya. Lagu-lagu islam berkumandang dan naik
daun. Nuansa kehidupan mulai dari rumah, perusahaan sampai ke pemerintahan
terbumbui dengan indahnya ramadhan. Pusat kegiatan maksiat seperti club malam,
diskotik, arena perjudian, dan pelampiasan hawa nafsu di gerebeg dan
ditutup – semoga berjalan hingga seterusnya – demi menghormati orang yang
berpuasa.
Sungguh
indahnya engkau wahai …. syahrul nikmah. Ramadhan telah membuktikan keindahan
islam yang penuh dengan kedamaian, toleransi saling menasihati, empati dan
simpati, dan manjaga amalan hati. Itulah islam. Agama yang paling sempurna.
Seimbang antara misi kesuksesan dunia dan kesuksesan akhirat. Pada bulan ini
telah jelas tampak bahwa islam bukanlah agama kekerasan tapi agama yang penuh
kehalusan dan ketegasan, islam bukanlah agama yang jauh dari keduniaan tapi agama
yang mengontrol keduniaan, islam bukanlah agama yang kuratif tetapi preventif
dalam menghadapi suatu masalah.
Ramadhan adalah bulan pemersatu umat
Ibadah
puasa di bulan ramadhan ternyata membawa efek pada proses pemersatuan umat ini.
Rasa individual berkurang, sikap egois
mengikis, dan kasih sayang antar sesama merona dalan nuansa kehidupan
masyarakat. Dengan puasa kita akan merasakan bagaiamana lapar dan haus yang dialami
oleh orang yang kelaparan, bagaimana sedihnya hati para masakin yang tak mampu
membeli sesuap nasi. Hal ini akan menimbulkan jiwa empati dan simpati dari yang
kaya kepada yang miskin, yang kuat kepada yang lemah, dan yang atas kepada yang
bawah. Hal ini sungguh potensial untuk membawa masyarakat pada persatuan.
Di bulan ini pula kesadaran akan
kebersamaan meningkat. Kegiatan kebersamaan dan penuh ukhuwah menjadi trend,
seperti buka bareng dan ngabuburit. Silaturahmi antar elemen masyarakat
maupun pemerintah kerap terjadi. Budaya saling kirim hadiah dan ucapan selamat
berpuasa menjadi perekat dan pengikat tali ukhuwah islamiyah di masyarakat.
Nama-nama ramadhan diatas merupakan
gambaran kecil dari peran ramadhan sebagai sarana pembawa perubahan menuju perbaikan
diri (kualitas ibadahnya baik), dan masyarakat (bersatu, menyiarkan islam, dan dapat menorehkan tinta kejayaan dalam
sejarah).
Sebagai sarana perubahan ini,
terutama perubahan diri, ramadhan ibarat kepompong yang merubah seekor ulat
bulu yang menjijikan menjadi seekor kupu-kupu indah nan terbang menawan.. Perubahan
ke arah lebih baik tak akan terjadi jika tak melewati masa kepompong ini. Pada
masa inilah, kita di uji dengan berbagai cobaan hingga mencapai derajat terpuji.
Temuannya itu kemudian ia bawa ke markas Besar PBB di New York bulan Maret 2005 lalu. 