Archive for May, 2007

Pemuda-Mahasiswa Akselelator Kebangkitan Masyarakat

Friday, May 11th, 2007

Pemuda-Mahasiswa Akselelator Kebangkitan Masyarakat

                                                    Aep saepudin


Wahai Mahasiswa bangkitlah !!!

            “Berikanlah aku lima pemuda, niscaya aku akan merubah dunia.”
Perkataan tersebut terucap dari lisan presiden pertama kita, Soekarno. Ketika
muda, Soekarno amat peduli dengan permasalahan bangsa. Beliau berusaha mencari
jalan keluar guna menentang penjajahan asing yang menyengsarakan rakyat.
Semangat dan keberaniannya dalam perjuangan menuju kebangkitan bangsa perlu
kita tiru. Pidato berjudul “Indonesia Menggugat” adalah sebagian kecil karya
beliau yang berpengaruh dalam kebangkitan bangsa ini. Soekarno berhasil meraih
cita-cita kemerdekaan Indonesia
karena memegang teguh idealisme, integritas dan konsistensi perjuangan yang
tidak pernah gentar terhadap kekejaman dari kekuasaan penjajah yang
menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Jadi, pola pikir dan sikap mental founding
fathers
sangat perlu dimiliki oleh generasi muda saat ini terutama mahasiswa
demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat..

        Ketidakadilan yang kini kian menjepit rakyat miskin patut menjadi fokus
perhatian mahasiswa. Gelombang unjuk rasa untuk melawan ketidakadilan merupakan
refleksi semangat idealisme mahasiswa, sekaligus sebagai kepedulian terhadap
kepincangan penegakan hukum. Kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan
bangsa merupakan sarana mengasah daya kritis sekaligus sebagai bekal bila kelak
menerima estafet kepemimpinan.

Peran Strategis Mahasiswa
dalam Kehidupan Masyarakat

Secara umum, mahasiswa mempunyai tiga peran strategis dalam kehidupan
masyarakat. Peran yang diemban mahasiswa tersebut adalah

1. Peran
sosial

           Mahasiswa berperan dalam melindungi
kepentingan sosial masyarakat. Sudah selayaknya mahasiswa sebagai duta rakyat
menunaikan amanah ini. Karena berkat masyarakatlah, mahasiswa dapat mengenyam
pendidikan di bangku kuliah. Biaya kuliah yang seharusnya berjuta-juta, menjadi
lebih kecil dan ringan berkat kontribusi masyarakat dalam mensubsidi biaya
pendidikan.

    Relitas sosial yang terjadi di
masyarakat saat ini sungguh memprihatinkan. Angka kemiskinan, kauntitas pelajar
yang putus sekolah, dan tingkat kriminalitas semakin meningkat dari tahun ke
tahun. Mahasiswa sebagai insan terpelajar sudah seharusnya peka terhadap realitas
sosial ini yang secara nyata dan kasat mata terjadi di sekitar tempat tinggal
mereka. Adalah ironis jika seorang mahasiswa tidur dengan perut kenyang dan
berselimut hangat, sementara rakyat kecil di sekitar tempat mereka tinggal dan
berinteraksi merintih kelaparan dan kegelisahan akibat beratnya beban hidup.
Jangan berkata “aku adalah seorang mahasiswa” bila belum menjalankan peran
penting ini.

2. Peran
politik

    Politikus terkadang lebih
kejam dari terkaman serigala. Terkaman serigala pada mangsanya hanya terjadi
seketika, tetapi terkaman politikus busuk terhadap kepentingan rakyat terjadi sekian
lama, secara simultan dan mendalam hingga berakibat pada kesengsaraan. Begitu
dasyatnya kebobrokan yang terjadi di lingkungan pemerintahan karena ulah
politikus ulung yang tak bertanggung jawab terhadap amanah yang diembannya.
Korupsi, kolusi, nepotisme, dan serakah akan kursi basah (jabatan) yang terjadi
di antara pejabat negara, makin memperburuk citra Indonesia sebagai bangsa yang
beradab. Adalah kewajiban mahasiswa sebagai generasi penerus pemimpin bangsa
untuk menghapuskan praktik kotor ini. Mahasiswa harus berperan aktif dalam
meluruskan penyimpangan politik di pemerintahan karena hal ini akan berdampak
pada terlemparnya kepentingan rakyat pada jurang ketidakadilan.

Kontribusi politik mahasiswa dalam perjuangan bangsa demi kebangkitan dan
perubahan nasib kehidupan masyarakat tak akan pernah berakhir. Peristiwa
Proklamasi Kemerdekaan RI pada tahun 1945 dan Reformasi tahun 1998 merupakan sebagian
kecil dari rentetan periode perjuangan politik mahasiswa yang berhasil menorehkan
tinta emas dalam sejarah kebangkitan masyarakat dan bangsa.

            Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 tercetus
akibat peran cerdas politik para pemuda. Mereka yang termasuk dalam golongan
muda terpelajar (mahasiswa) mendesak golongan tua untuk segera memanfaatkan
kekosongan kekuasaan (vacum of power) ketika Jepang  sedang dilanda kehancuran akibat serangan
sekutu Amerika. Para pemuda dengan sigap,
segera mendesak golongan tua untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan cara memproklamirkan
kemerdekaan. Hal ini berlanjut dengan kasus pengamanan Soekarno ke
Rengasdengklok. Di sinilah para pemuda berdiskusi dan mendesak Soekarno untuk
segera memproklamasikan kemerdekaan, hingga akhirnya Proklamasi Kemerdekaan sepakat
dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945.

1998, masa reformasi. Pemuda yang sebagian besar adalah mahasiswa
berperan dalam merubah tatanan politik dan pemerintahan negara ini menuju arah
perbaikan. Kasus unjuk rasa Trisaksi, Semanggi, dan Kuningan adalah gambaran
konkrit dari perjuangan politik mahasiswa dalam memperbaiki nasib rakyat dan bangsa
ini. Harta, waktu, dan jiwa mereka korbankan demi kepentingan dan kesejahteraan
masyarakat. Pantaslah jikalau mahasiswa disebut sebagai pemuda harapan bangsa
yang mengemban amanah dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.

3. Peran
kultural

         Peran kultural yang dimaksud
meliputi kultur akademik dan moral. Kedua kultur inilah yang akan melengkapi
kebesaran eksistensi mahasiswa sebagai duta masyarakat ketika menjalankan peran
sosial dan politik.

Prestasi akademik seharusnya sudah menjadi kultur mahasiswa sebagai insan
terpelajar. Fungsi sosial dan politik yang saat ini menjadi idealisme mahasiswa
tak akan kokoh tanpa prestasi akademik. Karena kultur akademiklah yang akan menghilangkan
kebodohan rakyat dan menjadi kunci pintu dalam mencerdaskan bangsa. Dengan
prestasi akademiklah bangsa ini akan diakui oleh dunia sebagai bangsa yang
besar dan tangguh. Dan dengan prestasi akademiklah perkembangan teknologi
tercipta. Bercerminlah pada Iran.
Bagaimana mahasiswa atau akademisi bersemangat untuk mengembangkan kegiatan
riset teknologi. Sehinggga saat ini Iran berhasil mengembangkan
teknologi nuklir sehingga dapat menggetarkan negara adidaya Amerika Serikat dan
sekutunya.

Knowledge is power but character is more. Ilmu pengetahuan adalah
utama, tetapi karakter (moral) lebih utama. Pengetahuan atau prestasi akademik
tak akan bermakna tanpa moral atau akhlak yang mulia. Apalah gunanya
pengetahuan yang luas jika pribadi kita sempit, egois, dan jauh dari etika
moral yang mulia. Adalah kewajiban kita membuktikan karakteristik ilmu padi.
Semakin tumbuh tinggi, semakin merunduk. Semakin tinggi pengetahuan semakin
rendah hati dan menjadi teladan bagi masyarakat baik dalam segi pemikiran
maupun tindakan. Pribadi yang jujur, disiplin, dermawan, dan egaliter adalah
sebagian akhlak mulia yang wajib dimiliki oleh duta masyarakat (mahasiswa). Jangan
berbicara memperbaiki bangsa dan negara jikalau memperbaiki pribadi pun tidak
mau.

Potensi
mahasiswa sungguh besar. Namun, Potensi tinggallah potensi. Ibarat pedang yang
sangat tajam; ketajamannya tidak menjadi penentu bermanfaat-tidaknya pedang
tersebut. Orang yang menggenggam pedang itu-lah yang menentukannya. Pedang yang
tajam terkadang digunakan untuk menumpas kebaikan dan mengibarkan kemaksiatan,
jika dipegang oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sebaliknya, jika berada
di tangan orang yang bertanggung jawab dan tidak bisa menjalankan peran
kultural dalam kehidupan masyarakat, ketajaman pedang itu akan membawa manfaat.
Demikian juga dengan potensi mahasiswa. Potensi yang begitu hebat itu bisa
dipergunakan untuk menjunjung tinggi kebaikan, bisa juga untuk memperkokoh
kejahatan dan kedurjanaan.

Penutup

Mahasiswa adalah agent of
change potensial

Secara fitrah,
masa mahasiswa merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal dalam
akselerasi kebangkitan masyarakat. Peran sosial yang tercermin dalam kepekaan
yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki mahasiswa. Pemikiran politik kritis
mereka terhadap pemerintahan sangat didambakan rakyat. Di mata masyarakat
umumnya, mereka adalah agen perubahan (agent of change) tatkala masyarakat
terkungkung oleh tirani kezaliman dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak
kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet
peralihan suatu peradaban berbasis kultur riset-teknologi dan moral terletak di
pundak mereka.

Demikianlah
keadaan dan peranan mahasiswa. Kiprah mereka sangat didambakan dalam mengukir
peradaban bangsa ini. Mereka merupakan tonggak kejayaan rakyat. Peranan mereka
sangat didambakan oleh masyarakat sebagai pionir perubahan ke arah yang lebih baik.
Seorang mahasiswa tidak layak hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan di
tengah kemunduran rakyat yang sangat memprihatinkan ini. Seorang mahasiswa
jangan sampai menjadi penghalang kemajuan bangsa dan perjuangan menuju
kebangkitan Indonesia. Bersemangatlah dan lakukan yang terbaik. Merdeka !!!