Tanda-tanda Lemah Iman dan Kiat untuk mengatasinya
Tuesday, December 12th, 2006Tanda-tanda Lemah Iman dan Kiat untuk mengatasinya ![]()
Tanda-tanda
Lemah Iman
- Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa
bersalah - Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca
Al-Qur’an - Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti
terlambat untuk melakukan shalat - Meninggalkan sunnah
- Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam
kebaikan dan sering gelisah - Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat
Al-Qur’an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya
dan janji-janjiNya tentang kabar baik. - Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah
- Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan
bertentangan dengan syari’ah - Menginginkan jabatan dan kekayaan
- Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang
dikaruniakan oleh Allah - Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan,
sementara dirinya sendiri tidak melakukannya. - Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan
semestinya - Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan
tidak menghindari yang makruh - Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil,
seperti membersihkan masjid - Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin
- Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan
sesuatu demi kemajuan Islam - Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti
menangis dan meratap-ratap di kuburan - Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa
memiliki bukti - Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn
duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi
kebendaan - Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri
Hal-hal
berikut dapat meningkatkan keimanan kita:
- Tilawah Al-Qur’an dan mentadabburi maknanya, hening
dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan
lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Allah
sedang berbicara dengan kita. - Menyadari keagungan Allah. Segala sesuatu berada
dalam kekuasaannya. Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang
menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan
kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan
seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan
malam sekalipun. - Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal
dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu
dengan benar. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah,
orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu. - Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat
Allah. Malaikat mengelilingi majels-majelis seperti itu. - Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik
akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan
jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi
orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan
secara kontinyu. - Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat
kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia. - Mengingat fase-fase kehidupan akhirat, fase ketika
kita diletakkan dalam kubut, fase ketika kita diadili, fase ketika kita
dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka. - Berdo’a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah.
Merasa kecil di hadapan Allah. - Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala harus
kita tunjukkan dalam aksi. Kita harus berharap semoga Allah berkenan
menerima shalat-shalat kita, dan
senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum
tidur, seyogyanya kita bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita
sepanjang
hari itu. - Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran.
Iman seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun
dengan melakukan
perbuatan buruk. - Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki
hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.
Sumber
: www.dudung.net
