Archive for November, 2006

Geulis ………

Thursday, November 23rd, 2006

Geulis ….

Mimiti ningali kalangkang anjeun ragrag dina Fokus hate kuring

Nyata, lempeng, digedean ku kakuatan Lensa maksimum

Siga tetes minyak ragrag di Ruang Hampa

Ngalayang bebas ti Gaya Gravitasi

Cinta kuring ka anjeun leuwih gede tibatan Bilangan Avogadro ..

Archimides jeung Newon moal ngarti

Medan

magnet anu nga-Induksi diantara urang

Enstein jeung

Edison

moal sanggup nyieun rumus E = mc2

Ah .. moal sabanding jeung Momen cinta kuring

Sanajan jarak urang siga panonpoe jeung Pluto basa Aphelium

Amplitudo gelombang hate anjeun nga-Interferensi hate kuring

Saendah Gerak Harmonik Sempurna teu kapangaruhan ku Gaya Pemulih

Siga kopel

gaya

kalayan Kecepatan Angular anu Tanpa Wates

Energi mekanik cinta kuring teu kapangaruhan ku Friksi

Energi potensial cinta kuring teu kapangaruhan ku Tetapan Gaya

Energi kinetik cinta kuring = mv~

Malah mah Hukum Kekekalan Energi moal mampu nandingan Hukum Kekekalan diantara urang duaan

Geulis …

Geura tingali hukum cinta urang duaan

Momen cinta kuring tegak lurus momen cinta anjeun

Ngajadikeun matriks anu simetri

Ngajadikeun cinta urang lir ibarat Titik Equilibrium anu sampurna

Ditambah Inersia anu tanpa wates

Moal kagedag ku impuls atawa momentum

gaya

Tah ieu Resultan Momentum Cinta urang

Ramadhan ….

Monday, November 13th, 2006

Ramadhan ….

Bulan Perubahan Diri dan Masyarakat

Aep Saepudin

 

Segala puji hanya bagi-Mu ya
… Allah, Rabb yang menggenggam diri ini, Rabb yang mengatur jagat raya ini,
Rabb yang senantisa memberikan nikmat dan hidayah kepada hamba-hamba-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada uswah kita, Muhammad saw, para
sahabat, keluarga, serta umat yang senantiasa setia berjuang di jalannya
.

Wahai manusia! Sungguh telah
datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah.
Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling
utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya
adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu
Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini napas-napasmu menjadi tasbih, tidurmu
adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah.
Marhaban ya
… Ramadhan. Ahlan wasahlan ya …. syahrul shiam, syahrul maghfirah, syahrul
jihad ….. Bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan penerang bulan sebelumnya.
Bulan pemberi kesejukan jiwa, hati, dan fikiran. Bulan yang mempunyai banyak
nama yang indah. Nama yang mencerminkan perubahan karakter menuju diri dan masyarakat
madani.

 

Ramadhan adalah bulan peningkatan
ibadah

Lihatlah kondisi mesjid sebelum, ketika,
dan setelah ramadhan. Sebelum ramadhan mayoritas mesjid jarang dikunjungi oleh
jamaah. Lantunan ayat-ayat illahi pun jarang dikumandangkan. Tapi, Sungguh luar
biasa, ketika bulan ramadhan shaf shalat berjamaah bertambah, kegiatan
pengajian meningkat, lantunan ayat-ayat suci al qur’an dan shalawat nabi
menggema di udara , pengajian dan pengkajian ilmu keislaman hampir sudah
menjadi rutinitas. Setelah ramadhan berlalu, kondisi mesjid kembali seperti
semula.

Gambaran di atas membuktikan begitu
besarnya peran ramadhan dalam meningkatkan kualitas ibadah kita. Pada bulan ini,
Allah swt melipatgandakan pahala bagi orang yang beribadah dengan ikhlas
kepada-Nya. Nilai shalat sunnah sama dengan shalat fardhu. Pahala sedekah
dilipatgandakan menjadi ratusan kali lipat. Pengampunan dosa dan noda di
kumandangkan. Hal inilah yang membuat meningkatnya kualitas dan kuantitas
ibadah di bulan ramadhan.

  • Dari
         Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi
         wasallam bersabda: "Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan
         yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang
         berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat
         memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla
         setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga),’Hampir tiba
         saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta
         mereka menuju kepadamu, ‘pada bulan ini para jin yang jahat diikat
         sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan
         diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam.
    "Beliau
         ditanya, ‘Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar’ Jawab beliau,
         ‘Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika
         menyelesaikan amalnya.’ " (HR. Ahmad)’"
  • "Barangsiapa
         berpuasa Ramadhan kerana iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya
         diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
  • "Shalat
         lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum ‘at lainnya, dan Ramadhan ke
         Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya
         jika dosa-dosa besar ditinggalkan." (HR. Muslim).

 

Ramadhan adalah bulan kejayaan islam

Pada
bulan inilah umat islam dahulu bangkit menuju kejayaan diri dan nurani. Umat
muslim bergerak meningkatkan kualitas jiwa, ibadah, dan muamalah menuju
peradaban qur’ani yang menggema di sentero jagat raya. Tinta emas dan goresan pena sejarah terukir
pada bulan ini.

  • Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an sebagai
         petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk
         dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.
  • Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang
         Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan
         yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah
         syirik dan kaum musyrikin.
  • Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah
         Al-Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia
         ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah
         menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota
         Makkah, dan Makkah pun menjadi negeri Islam.
  • Peristiwa proklamasi kemerdekaan RI terjadi pada 17
         Ramadhan.

 

Ramadhan adalah bulan penegak syiar
islam

Aktivitas dan budaya masyarakat Indonesia
pada bulan ramadhan lebih agak islami dibandingkan pada bula lainnya. Corak
kehidupan islami menggema di berbagai media. Tayangan film yang penuh
kehedonisan mulai berkurang beralih ke acara islami. Kajian tafsir, tablig
akbar, ceramah dari para ustadz berkumandang mengisi siaran TV dan radio. Para
artis mulai belajar menutupi auratnya. Lagu-lagu islam berkumandang dan naik
daun. Nuansa kehidupan mulai dari rumah, perusahaan sampai ke pemerintahan
terbumbui dengan indahnya ramadhan. Pusat kegiatan maksiat seperti club malam,
diskotik, arena perjudian, dan pelampiasan hawa nafsu di gerebeg dan
ditutup – semoga berjalan hingga seterusnya – demi menghormati orang yang
berpuasa.

 Sungguh
indahnya engkau wahai …. syahrul nikmah. Ramadhan telah membuktikan keindahan
islam yang penuh dengan kedamaian, toleransi saling menasihati, empati dan
simpati, dan manjaga amalan hati. Itulah islam. Agama yang paling sempurna.
Seimbang antara misi kesuksesan dunia dan kesuksesan akhirat. Pada bulan ini
telah jelas tampak bahwa islam bukanlah agama kekerasan tapi agama yang penuh
kehalusan dan ketegasan, islam bukanlah agama yang jauh dari keduniaan tapi agama
yang mengontrol keduniaan, islam bukanlah agama yang kuratif tetapi preventif
dalam menghadapi suatu masalah.

 

 

 

Ramadhan adalah bulan pemersatu umat

 Ibadah
puasa di bulan ramadhan ternyata membawa efek pada proses pemersatuan umat ini.
Rasa individual berkurang, sikap egois
mengikis, dan kasih sayang antar sesama merona dalan nuansa kehidupan
masyarakat. Dengan puasa kita akan merasakan bagaiamana lapar dan haus yang dialami
oleh orang yang kelaparan, bagaimana sedihnya hati para masakin yang tak mampu
membeli sesuap nasi. Hal ini akan menimbulkan jiwa empati dan simpati dari yang
kaya kepada yang miskin, yang kuat kepada yang lemah, dan yang atas kepada yang
bawah. Hal ini sungguh potensial untuk membawa masyarakat pada persatuan.

Di bulan ini pula kesadaran akan
kebersamaan meningkat. Kegiatan kebersamaan dan penuh ukhuwah menjadi trend,
seperti buka bareng dan ngabuburit. Silaturahmi antar elemen masyarakat
maupun pemerintah kerap terjadi. Budaya saling kirim hadiah dan ucapan selamat
berpuasa menjadi perekat dan pengikat tali ukhuwah islamiyah di masyarakat.

 

Nama-nama ramadhan diatas merupakan
gambaran kecil dari peran ramadhan sebagai sarana pembawa perubahan menuju perbaikan
diri (kualitas ibadahnya baik), dan masyarakat (bersatu, menyiarkan islam, dan  dapat menorehkan tinta kejayaan dalam
sejarah).

Sebagai sarana perubahan ini,
terutama perubahan diri, ramadhan ibarat kepompong yang merubah seekor ulat
bulu yang menjijikan menjadi seekor kupu-kupu indah nan terbang menawan.. Perubahan
ke arah lebih baik tak akan terjadi jika tak melewati masa kepompong ini. Pada
masa inilah, kita di uji dengan berbagai cobaan hingga mencapai derajat terpuji.

 

Pemuda-Mahasiswa Akselelator Kebangkitan Bangsa

Monday, November 13th, 2006

Pemuda-Mahasiswa
Akselelator Kebangkitan Bangsa

Aep
Saepudin

 

“Kami ceritakan kisah mereka
kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah
pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka (Sang Pencipta), dan Kami
tambahkan kepada mereka petunjuk”.

(Q.S. Al-Kahfi : 13)

 

Wahai pemuda bangkitlah !!!

28
Oktober 1928 merupakan tahun bertuliskan tinta emas dalam sejarah kebangkitan
bangsa

Indonesia

.
Pada tahun tersebut pemuda dari berbagai daerah memainkan peranan penting
menuju persatuan dan kesatuan bangsa. Tekad bersatu dalam bahasa, bangsa, dan
tanah air

Indonesia

tertanam dalam hati dan jiwa mereka. Wong Java, wong Celebes, wong

Ambon

, dan wong lainnya berkumpul demi mewujudkan satu
tekad, satu kata, satu barisan, dan satu perjuangan, perjuangan menuju gebang
persatuan dan kesatuan.

Perbedaan
bahasa, suku, keturunan, dan rasial haruslah ditimbun. Penjajahan tak akan
berhenti tanpa persatuan dan kesatuan dari bangsa ini. Tanamkanlah kata satu
nusa, satu bangsa, satu bahasa, satu

Indonesia

. Tonjolkan persamanaan
dan simpanlah perbedaan Perbedaan bukanlah penghalang dan penghambat dalam
persatuan. Perbedaan adalah modal yang perlu didaya gunakan demi kejayaan
bangsa ini. Itulah prinsip pemuda dahulu dalam berjuang mengusir penjajahan dan
menegakkan panji kebenaranan.

“Berikanlah
aku

lima

pemuda, niscaya aku akan merubah dunia.” Perkataan tersebut terucap dari lisan
presiden pertama kita, Soekarno. Ketika muda, Soekarno amat peduli dengan
permasalahan bangsa. Beliau berusaha mencari jalan keluar guna menentang
penjajahan asing yang menyengsarakan rakyat. Semangat dan keberaniannya dalam
perjuangan menuju kebangkitan bangsa perlu kita tiru. Pidato berjudul
“Indonesia Menggugat” adalah sebagian kecil karya beliau yang berpengaruh dalam
kebangkitan bangsa ini. Soekarno berhasil meraih cita-cita kemerdekaan

Indonesia

karena memegang teguh idealisme, integritas dan konsistensi perjuangan yang
tidak pernah gentar terhadap kekejaman dari kekuasaan penjajah yang
menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Jadi, pola pikir dan sikap mental founding
fathers
sangat perlu dimiliki oleh generasi muda saat ini demu terwujudnya
keadilan dan kejayaan bangsa.

Kemanakah
Soekarno-Soekarno zaman sekarang? Tatkala bangsa ini dilanda kesedihan. Ketika
uluran tangan-tangan rakyat kecil menanti bantuan hidup dan ratapan kemiskinan
menyelimuti ibu pertiwi. Bangunlah pemuda. Tegapkan badanmu. Bulatkan tekadmu.
Satukan perjuanganmu untuk mempercepat kebangkitan bangsa ini.

Ketidakadilan
yang kini kian menjepit rakyat miskin patut menjadi fokus perhatian generasi
muda. Gelombang unjuk rasa yang dimotori para pemuda untuk melawan
ketidakadilan merupakan refleksi semangat sumpah pemuda 1928, sekaligus sebagai
kepedulian terhadap kepincangan penegakan hukum. Kepedulian generasi pemuda
terhadap berbagai persoalan bangsa merupakan sarana mengasah daya kritis
sekaligus sebagai bekal bila kelak menerima estafet kepemimpinan.

 

Potensi Besar
Pemuda-Mahasiswa dalam Kehidupan Masyarakat

Kontribusi
pemuda dalam perjuangan bangsa demi kebangkitan dan perubahan nasib rakyat tak
akan pernah berakhir. Tahun 1945 dan 1998 merupakan sebagian kecil dari rentetan
periode perjuangan pemuda yang berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah
kebangkitan bangsa.

Proklamasi
Kemerdekaan Repulik

Indonesia

tahun 1945 tercetus akibat peran para pemuda. Mereka yang termasuk dalam
golongan muda terpelajar mendesak golongan tua untuk segera memanfaatkan
kekosongan kekuasaan (vacum of power). Ketika itu Jepang sang penjajah sedang
dilanda kehancuran akibat serangan sekutu Amerika.

Para

pemuda dengan sigap, segera mendesak golongan tua untuk memamnfaatkan
kesempatan ini dengan cara memproklamirkan kemerdekaan. Golongan tua tetap
menolak keinginan para pemuda tersebut karena harus menunggu keputusan dari
pihak Jepang.. hal ini berlanjut dengan kasus pengaman Soekarno ke
Rengasdengklok. Di sinilah para pemuda berdiskusi dan mendesak Soekarno untuk
segera memproklamasikan kemerdekaa, hingga akhirnya Proklamasi Kemerdekaan sepakat
dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945.

1998,
masa reformasi. Pemuda yang sebagian besar adalah mahasiswa berperan dalam
merubah tatanan negara ini menuju arah perbaikan. Kasus unjuk rasa Trisaksi,
Semanggi, dan Kuningan adalah gambaran konkrit dari perjuangan pemuda-mahasiswa
dalam memperbaiki nasib bangsa ini. Harta, waktu, dan jiwa mereka korbankan
demi kepentingan dan kesejahteraan bangsa. Di pundak mereka lah terletak
tanggung jawab yang berat dan mulia untuk melakukan perubahan yang berpihak
pada kepentingan rakyat. Pantaslah jikalau pemuda disebut sebagai harapan
bangsa yang mengemban amanah dalam memperjuangkan hak-hak rakyat. 

Demikian keadaan dan peran
golongan pemuda. Kiprah mereka telah terukir indah dalam tinta emas sejarah
bangsa ini. Mereka merupakan tonggak dan potensi besar suatu kehidupan.
Terlebih kelompok pemuda seperti mahasiswa; karena, selain diharapkan oleh rakyat
kecil, peranan mereka pun sangat didambakan oleh kelompok masyarakat lainnya
sebagai pionir perubahan ke arah yang lebih baik. Posisi mereka sebagai
“mahasiswa” memang menjadi peluang bagi mereka untuk mengembangkan potensi
sebesar-besarnya. Tidak heran jika perubahan sosial politik diberbagai belahan
dunia dipelopori oleh gerakan pemuda-mahasiswa. Sebagian sahabat yang menyertai
Rasulullah SAW dalam memperjuangkan Islam – yang akhirnya berhasil menguasai
lebih dari dua pertiga belahan bumi – adalah para pemuda yang menjadi murid
(mahasiswa) Rasulullah SAW.

 

Pemuda adalah agent of
change potensial

Secara fitrah, masa muda
merupakan jenjang kahidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan
jasmani, perasaan dan akalnya, sangat wajar jikalau pemuda-mahasiswa memiliki
potensi yang besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya. Kepekaan
yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki pemuda mahasiswa. Pemikiran
kritis mereka sangat didambakan rakyat. Di mata masyarakat umumnya, mereka
adalah agen perubahan (agent of change) tatkala masyarakat terkungkung oleh
tirani kezaliman dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak kemajuan ketika
masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet peralihan suatu
peradaban terletak di pundak mereka. Baik buruknya nasib rakyat kelak,
bergantung pada kondisi pemuda dan mahasiswa sekarang ini.

Namun, potensi tinggallah
potensi. Ibarat pedang yang sangat tajam; ketajamannya tidak menjadi penentu
bermanfaat-tidaknya pedang tersebut. Orang yang menggenggam pedang itu-lah yang
menentukannya. Pedang yang tajam terkadang digunakan untuk menumpas kebaikan
dan mengibarkan kemaksiatan, jika dipegang oleh orang yang tidak bertanggung
jawab. Sebaliknya, jika berada di tangan orang yang bertanggung jawab,
ketajaman pedang itu akan membawa manfaat. Demikian juga dengan potensi
mahasiswa. Potensi yang begitu hebat itu bisa dipergunakan untuk menjunjung
tinggi kebaikan, bisa juga untuk memperkokoh kejahatan dan kedurjanaan. Itulah
sebabnya, begitu banyak contoh pemuda-mahasiswa yang berjasa menjadi pilar
penentu kemajuan suatu peradaban, tetapi tidak sedikit di antara mereka yang
mengakibatkan runtuhnya sendi-sendi peradaban, dan menghancurkan kemuliaan
suatu tatanan kehidupan.

 

daun-daun berguguran

mengering, hancur dan
terombang ambing dalam kefanaan kehidupan bangsa

cucuran keringat, darah,
tetesan air mata rakyat

membasahi pakaian ibu
pertiwi

tangisan anak kecil dan
ratapan wajah muram

menunggu senyuman bahagia dan
uluran tangan sang pembaharu

 jiwa muda jiwa pembangkit

pembangkit
kejayaan negeri

darah
muda darah pengorbanan

pengorbanan
lurus dan suci

jerih
payah pemuda jerih payah bangsa

 hai jiwa berkemul selimut

bangunlah dari tidur
nyenyakmu

bersihkan badan dan
pakaianmu

sigap, tanggap, dan peka
dalam perjuanganmu

 majulah wahai pejuang muda, pejuang harapan bangsa

dalam
satu cita, satu tekad, dan satu perjuangan

perjuangan
menjemput kebangkitan dan kejayaan negeri ini

 

Potensi yang dimiliki oleh
pemuda-mahasiswa haruslah diarahkan untuk menyokong dan mempropagandakan
nilai-nilai kebaikan. Seorang mahasiswa tentunya akan berada di garis depan
untuk membela, memperjuangkan, dan mendakwahkan nilai-nilai akhlakul karimah.
Seorang mahasiswa tidak layak hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan di
tengah kemunduran rakyat yang sangat memprihatinkan ini. Seorang mahasiswa
jangan sampai menjadi penghalang kemajuan bangsa dan perjuangan menuju
kebangkitan Indonesia. Bersemangatlah dan lakukan yang terbaik. Merdeka !!!