“The True Power Of Water”
Thursday, September 21st, 2006Peneliti Jepang, Dr. Masaru Emoto membuktikan bahwa air sanggup
membawa pesan dan informasi positif. Sudah banyak "ayat-ayat" Allah
ditunjukkan, tapi kita jarang mensyukurinya
Orang yang belum mengerti hakikat dan karakteristik air sering mengira
bahwa pengobatan alternative dengan cara meminum air yang telah diberi
doa sebelumnya, merupakan suatu cara yang tidak ilmiah. Karena itu maka
"layak" disebut sebagai cara yang tidak rasional. Namun, seorang
peneliti Jepang terkenal, Dr. Masaru Emoto berhasil membuktikan bahwa
air sanggup membawa pesan atau informasi dari apa yang diberikan
kepadanya. Bahkan air yang diberi respon positif, termasuk doa, akan
menghasilkan bentuk kristal heksagonal yang indah.
Hasil penelitian Masaru Emoto yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia "The True Power Of Water"
[Hikmah Air dalam Olahjiwa], (MQS Publishing, 2006), merupakan
pengalaman menakjubkan karena membuktikan bahwa air ternyata “hidup”
dan dapat merespon apa yang disampaikan manusia.
Temuan Masaru memrupakan hasil kerja kerasnya sebagai wujud kecintaan
terhadap ilmu pengetahuan. Ia bahkan melakukan percobaan dengan air di
Swiss, Berlin dan Prancis.
Temuannya itu kemudian ia bawa ke markas Besar PBB di New York bulan Maret 2005 lalu.
Dr. Masaru Emoto melakukan penelitian selama 2 bulan bersama sahabatnya
Kazuya Ishibashi (seorang ahli sains yang mahir menggunakan mikroskop).
Masaru yang menyelesaikan pendidikannya di Yokohama Municipal
University Departemen Kemanusiaan dan Sains jurusan Hubungan
Internasional berhasil mendapatkan foto kristal air dengan membekukan
air pada suhu -25 derajat Celsius dan menggunakan alat foto
berkecepatan tinggi. Lalu ditelitilah air dengan menggunakan respon
kata-kata, gambar, serta suara. Hasilnya luar biasa, sebagaimana yang
sudah dibaca banyak orang. Air, katanya, bisa menerima pesan.
Bahkan dalam bukunya yang lain, "The Hidden Message in Water", Masaru mengatakan, air seperti pita magnetik atau compact disk.
Kata-Kata
Air mengenali kata tidak hanya sebagai sebuah desain sederhana, tetapi
air dapat memahami makna kata tersebut. Saat air sadar bahwa kata yang
diperlihatkan membawa informasi yang baik maka air akan membentuk
kristal. Jika kata positif yang diberikan, maka kristal yang terbentuk
akan merekah luar biasa laksana bunga yang sedang mekar penuh, seakan
ingin menggambarkan gerakan tangan air yang sedang mengekspresikan
kenikmatannya.
Sebaliknya, jika kata-kata negative yang diberikan, maka akan
menghasilkan pecahan kristal dengan ukuran yang tidak seimbang. Mungkin
juga air dapat merasakan perasaan orang yang menulis kata tersebut.
Jadi bisa dibayangkan bagaimana jika air diberi kumpulan kata yang
merupakan doa?
Subhanallah, kekuatan air yang sudah menerima kata-kata itu,
terutama untuk penyembuhan tentu sangat besar. Apalagi kumpulan kata
yang merupakan doa tersebut bukan kata-kata biasa, tapi berasal dari
Allah SWT dan diucapkan oleh orang shaleh pilihan Allah SWT.
Dr. Masaru sendiri menggunakan kekuatan air untuk pengobatan dengan
menemukan efek gelombang energi yang dia sebut sebagai HADO (energi
atau kumpulan getaran yang ada pada sebuah benda). Lalu dengan HADO
inilah Dr.Masaru bisa memformat efek energi air untuk menyembuhkan
berbagai penyakit. Pengobatan dengan HADO ini merupakan salah satu cara
pengobatan alternative.
Menurut Masaru, banyak peneliti saat ini mulai mempelajari berbagai
pengobatan alternative karena merasakan beberapa kekurangan dalam obat
konvensional Barat, yang hanya mampu mencapai level sel yang
menyebabkan gejala penyakit. Sedang air HADO mampu mengobati penyakit
hingga ke dalam partikel sub atom terkecil. Sudah ada beberapa pasien
Dr.Masaru yang sembuh setelah meminum air HADO.
Penerima Informasi
Berdasarkan penelitian Dr.Masaru, semakin jelas terlihat bahwa kualitas
air dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk, bergantung pada
informasi yang diterimanya. Hal ini membuat kita yakin bahwa kita,
manusia, juga dipengaruhi oleh informasi yang kita terima karena 70%
tubuh manusia dewasa adalah air.
Konsekuensi logisnya adalah manusia, sebagai makhluk yang sebagian
besarnya terbentuk dari air, sudah seharusnya diberikan informasi yang
baik. Jika kita melakukan hal ini, pikiran dan tubuh kita akan menjadi
sehat. Di pihak lain, jika kita menerima informasi yang buruk, kita
akan merasakan sakit.
Ambil contoh begini; Sebagian orang mengatakan bahwa mereka merasa lebih baik hanya dengan berbicara kepada dokter. "Efek placebo"
ikut berperan saat dokter yang mereka percayai berkata, "ini cuma flu
biasa, Anda hanya perlu banyak istirahat. Jangan khawatir, Anda akan
segera sembuh."
Dengan mendengarkan kata-kata dokter tersebut, rasa cemas dan takut
dalam diri mereka benar-benar hilang. Kata-kata tersebut membangunkan
kekuatan untuk menyembuhkan diri sendiri, yang memang sudah ada dalam
tubuh manusia.
Pada zaman dahulu seorang dokter adalah orang yang juga ahli dalam
bidang agama, seperti pendeta atau tabib sehingga dia tidak hanya
memberikan solusi secara konvensional, namun sekaligus memberikan "efek placebo" lewat kata-kata positif berupa doa atau motivasi yang sarat nilai spiritual.
Hal ini juga berlaku bagi konselor yang harus mempunyai kemampuan untuk
mengirim gelombang yang baik agar bentuk gelombang abnormal pada pasien
dapat diperbaiki.
Efek kata-kata juga bisa menimbulkan perilaku negative. Orang acapkali
melakukan bunuh diri setelah membaca informasi tentang materi bunuh
diri. Sekitar dua puluh tahun lalu seorang idola remaja di Jepang
melakukan bunuh diri. Dengan cepat berita tersebut menyebar, banyak
remaja-remaja lain mengikuti jejaknya. Kejadian tentang hantu pembunuh
di Jepang juga mempengaruhi orang lain untuk melakukan hal yang sama.
Nikmat yang mana lagi?
Mari kita ingat kembali bahwa air yang diberikan kata-kata positif akan
menyusun kristal-kristal yang indah. Air mempersembahkan kepada kita
makna yang mengagumkan bahwa kita seharusnya menjalani hidup dengan
cara yang baik, serta tetap menjaga kesehatan pikiran dan tubuh kita
serta berikankata-kata yang positif (informasi) yang baik kepada
manusia, yang 70% tubuhnya adalah air.
Sungguh kita tidak akan mampu menghitung nikmat Allah SWT yang diwujudkan-Nya berupa air.
"Allah-lah yang telah mMenciptakan langit dan bumi serta menurunkan
air hujan dari langit, kemudian Dia Mengeluarkan dengan air hujan itu
berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu, dan Dia telah Menundukkan
(pula) bagimu supaya behtera itu berlayar di lautan dengan
kehendak-Nya, dan Dia telah Menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai." (QS. Ibrahim : 32).
Sebagai penutup, dalam sebuah karya ilmiah yang ditulis Dr. Akiko
Sugara dari Jurusan Ilmu Kesehatan Universitas Tokyo tentang HADO dalam
makanan membuktikan efek buruk daging babi pada orang yang memakannya.
Bersandar pada Dr. Masaru Emoto dan Dr. Akiko Sugara kita dapat
memahami betapa luar biasa yang diberikan Allah kepada manusia, meski
terkadang otak kita tidak sampai kepadanya. Pertanyaanya, lalu nikmat
yang mana selain kita senantiasa bersyukur kepadaNya? (Hidayatullah.com)
Wallahu’alam bishshawwab
*) Penulis lulusan FISIP Unair
lebih lengkapnya hub : http://swaramuslim.net/
