Pemuda-Mahasiswa Akselelator Kebangkitan Masyarakat

May 11th, 2007 by epsdin-alhanif

Pemuda-Mahasiswa Akselelator Kebangkitan Masyarakat

                                                    Aep saepudin


Wahai Mahasiswa bangkitlah !!!

            “Berikanlah aku lima pemuda, niscaya aku akan merubah dunia.”
Perkataan tersebut terucap dari lisan presiden pertama kita, Soekarno. Ketika
muda, Soekarno amat peduli dengan permasalahan bangsa. Beliau berusaha mencari
jalan keluar guna menentang penjajahan asing yang menyengsarakan rakyat.
Semangat dan keberaniannya dalam perjuangan menuju kebangkitan bangsa perlu
kita tiru. Pidato berjudul “Indonesia Menggugat” adalah sebagian kecil karya
beliau yang berpengaruh dalam kebangkitan bangsa ini. Soekarno berhasil meraih
cita-cita kemerdekaan Indonesia
karena memegang teguh idealisme, integritas dan konsistensi perjuangan yang
tidak pernah gentar terhadap kekejaman dari kekuasaan penjajah yang
menyengsarakan dan memiskinkan rakyat. Jadi, pola pikir dan sikap mental founding
fathers
sangat perlu dimiliki oleh generasi muda saat ini terutama mahasiswa
demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat..

        Ketidakadilan yang kini kian menjepit rakyat miskin patut menjadi fokus
perhatian mahasiswa. Gelombang unjuk rasa untuk melawan ketidakadilan merupakan
refleksi semangat idealisme mahasiswa, sekaligus sebagai kepedulian terhadap
kepincangan penegakan hukum. Kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan
bangsa merupakan sarana mengasah daya kritis sekaligus sebagai bekal bila kelak
menerima estafet kepemimpinan.

Peran Strategis Mahasiswa
dalam Kehidupan Masyarakat

Secara umum, mahasiswa mempunyai tiga peran strategis dalam kehidupan
masyarakat. Peran yang diemban mahasiswa tersebut adalah

1. Peran
sosial

           Mahasiswa berperan dalam melindungi
kepentingan sosial masyarakat. Sudah selayaknya mahasiswa sebagai duta rakyat
menunaikan amanah ini. Karena berkat masyarakatlah, mahasiswa dapat mengenyam
pendidikan di bangku kuliah. Biaya kuliah yang seharusnya berjuta-juta, menjadi
lebih kecil dan ringan berkat kontribusi masyarakat dalam mensubsidi biaya
pendidikan.

    Relitas sosial yang terjadi di
masyarakat saat ini sungguh memprihatinkan. Angka kemiskinan, kauntitas pelajar
yang putus sekolah, dan tingkat kriminalitas semakin meningkat dari tahun ke
tahun. Mahasiswa sebagai insan terpelajar sudah seharusnya peka terhadap realitas
sosial ini yang secara nyata dan kasat mata terjadi di sekitar tempat tinggal
mereka. Adalah ironis jika seorang mahasiswa tidur dengan perut kenyang dan
berselimut hangat, sementara rakyat kecil di sekitar tempat mereka tinggal dan
berinteraksi merintih kelaparan dan kegelisahan akibat beratnya beban hidup.
Jangan berkata “aku adalah seorang mahasiswa” bila belum menjalankan peran
penting ini.

2. Peran
politik

    Politikus terkadang lebih
kejam dari terkaman serigala. Terkaman serigala pada mangsanya hanya terjadi
seketika, tetapi terkaman politikus busuk terhadap kepentingan rakyat terjadi sekian
lama, secara simultan dan mendalam hingga berakibat pada kesengsaraan. Begitu
dasyatnya kebobrokan yang terjadi di lingkungan pemerintahan karena ulah
politikus ulung yang tak bertanggung jawab terhadap amanah yang diembannya.
Korupsi, kolusi, nepotisme, dan serakah akan kursi basah (jabatan) yang terjadi
di antara pejabat negara, makin memperburuk citra Indonesia sebagai bangsa yang
beradab. Adalah kewajiban mahasiswa sebagai generasi penerus pemimpin bangsa
untuk menghapuskan praktik kotor ini. Mahasiswa harus berperan aktif dalam
meluruskan penyimpangan politik di pemerintahan karena hal ini akan berdampak
pada terlemparnya kepentingan rakyat pada jurang ketidakadilan.

Kontribusi politik mahasiswa dalam perjuangan bangsa demi kebangkitan dan
perubahan nasib kehidupan masyarakat tak akan pernah berakhir. Peristiwa
Proklamasi Kemerdekaan RI pada tahun 1945 dan Reformasi tahun 1998 merupakan sebagian
kecil dari rentetan periode perjuangan politik mahasiswa yang berhasil menorehkan
tinta emas dalam sejarah kebangkitan masyarakat dan bangsa.

            Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 tercetus
akibat peran cerdas politik para pemuda. Mereka yang termasuk dalam golongan
muda terpelajar (mahasiswa) mendesak golongan tua untuk segera memanfaatkan
kekosongan kekuasaan (vacum of power) ketika Jepang  sedang dilanda kehancuran akibat serangan
sekutu Amerika. Para pemuda dengan sigap,
segera mendesak golongan tua untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan cara memproklamirkan
kemerdekaan. Hal ini berlanjut dengan kasus pengamanan Soekarno ke
Rengasdengklok. Di sinilah para pemuda berdiskusi dan mendesak Soekarno untuk
segera memproklamasikan kemerdekaan, hingga akhirnya Proklamasi Kemerdekaan sepakat
dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945.

1998, masa reformasi. Pemuda yang sebagian besar adalah mahasiswa
berperan dalam merubah tatanan politik dan pemerintahan negara ini menuju arah
perbaikan. Kasus unjuk rasa Trisaksi, Semanggi, dan Kuningan adalah gambaran
konkrit dari perjuangan politik mahasiswa dalam memperbaiki nasib rakyat dan bangsa
ini. Harta, waktu, dan jiwa mereka korbankan demi kepentingan dan kesejahteraan
masyarakat. Pantaslah jikalau mahasiswa disebut sebagai pemuda harapan bangsa
yang mengemban amanah dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.

3. Peran
kultural

         Peran kultural yang dimaksud
meliputi kultur akademik dan moral. Kedua kultur inilah yang akan melengkapi
kebesaran eksistensi mahasiswa sebagai duta masyarakat ketika menjalankan peran
sosial dan politik.

Prestasi akademik seharusnya sudah menjadi kultur mahasiswa sebagai insan
terpelajar. Fungsi sosial dan politik yang saat ini menjadi idealisme mahasiswa
tak akan kokoh tanpa prestasi akademik. Karena kultur akademiklah yang akan menghilangkan
kebodohan rakyat dan menjadi kunci pintu dalam mencerdaskan bangsa. Dengan
prestasi akademiklah bangsa ini akan diakui oleh dunia sebagai bangsa yang
besar dan tangguh. Dan dengan prestasi akademiklah perkembangan teknologi
tercipta. Bercerminlah pada Iran.
Bagaimana mahasiswa atau akademisi bersemangat untuk mengembangkan kegiatan
riset teknologi. Sehinggga saat ini Iran berhasil mengembangkan
teknologi nuklir sehingga dapat menggetarkan negara adidaya Amerika Serikat dan
sekutunya.

Knowledge is power but character is more. Ilmu pengetahuan adalah
utama, tetapi karakter (moral) lebih utama. Pengetahuan atau prestasi akademik
tak akan bermakna tanpa moral atau akhlak yang mulia. Apalah gunanya
pengetahuan yang luas jika pribadi kita sempit, egois, dan jauh dari etika
moral yang mulia. Adalah kewajiban kita membuktikan karakteristik ilmu padi.
Semakin tumbuh tinggi, semakin merunduk. Semakin tinggi pengetahuan semakin
rendah hati dan menjadi teladan bagi masyarakat baik dalam segi pemikiran
maupun tindakan. Pribadi yang jujur, disiplin, dermawan, dan egaliter adalah
sebagian akhlak mulia yang wajib dimiliki oleh duta masyarakat (mahasiswa). Jangan
berbicara memperbaiki bangsa dan negara jikalau memperbaiki pribadi pun tidak
mau.

Potensi
mahasiswa sungguh besar. Namun, Potensi tinggallah potensi. Ibarat pedang yang
sangat tajam; ketajamannya tidak menjadi penentu bermanfaat-tidaknya pedang
tersebut. Orang yang menggenggam pedang itu-lah yang menentukannya. Pedang yang
tajam terkadang digunakan untuk menumpas kebaikan dan mengibarkan kemaksiatan,
jika dipegang oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sebaliknya, jika berada
di tangan orang yang bertanggung jawab dan tidak bisa menjalankan peran
kultural dalam kehidupan masyarakat, ketajaman pedang itu akan membawa manfaat.
Demikian juga dengan potensi mahasiswa. Potensi yang begitu hebat itu bisa
dipergunakan untuk menjunjung tinggi kebaikan, bisa juga untuk memperkokoh
kejahatan dan kedurjanaan.

Penutup

Mahasiswa adalah agent of
change potensial

Secara fitrah,
masa mahasiswa merupakan jenjang kehidupan manusia yang paling optimal dalam
akselerasi kebangkitan masyarakat. Peran sosial yang tercermin dalam kepekaan
yang tinggi terhadap lingkungan banyak dimiliki mahasiswa. Pemikiran politik kritis
mereka terhadap pemerintahan sangat didambakan rakyat. Di mata masyarakat
umumnya, mereka adalah agen perubahan (agent of change) tatkala masyarakat
terkungkung oleh tirani kezaliman dan kebodohan. Mereka juga motor penggerak
kemajuan ketika masyarakat melakukan proses pembangunan. Tongkat estafet
peralihan suatu peradaban berbasis kultur riset-teknologi dan moral terletak di
pundak mereka.

Demikianlah
keadaan dan peranan mahasiswa. Kiprah mereka sangat didambakan dalam mengukir
peradaban bangsa ini. Mereka merupakan tonggak kejayaan rakyat. Peranan mereka
sangat didambakan oleh masyarakat sebagai pionir perubahan ke arah yang lebih baik.
Seorang mahasiswa tidak layak hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan di
tengah kemunduran rakyat yang sangat memprihatinkan ini. Seorang mahasiswa
jangan sampai menjadi penghalang kemajuan bangsa dan perjuangan menuju
kebangkitan Indonesia. Bersemangatlah dan lakukan yang terbaik. Merdeka !!!

Membuat Rantai Peradaban Islam

April 9th, 2007 by epsdin-alhanif

Membuat
Rantai Peradaban Islam

Aep
Saepudin

Islam merupakan ajaran yang kaffah (sempurna). Ia
mengatur semua urusan kehidupan mulai dari masalah ’hajat kecil’
(pribadi) sampai hajat hidup orang banyak (negara). Tidak ada masalah
sekecil apa pun yang tidak terlingkupi oleh aturan islam.

Islam
adalah agama terbesar di dunia. Ajarannya mampu membangun suatu
peradaban besar yang diakui dalam kancah pergaulan global. 14 abad
lamanya kekuasaan islam telah menaungi sepertiga bagian bumi ini. Di
bawah naungan islamlah perkembangan sains dan teknologi berjalan
seiring dengan peningkatan iman dan takwa. Dengan islamlah, negara
adidaya khilafah islamiyah berkibar dan menyatukan kaum muslimin di
dunia di atas kalimat tauhid.  Negara islam saat itu menduduki posisi
strategis dalam membangun kehidupan manusia menuju perdamaian dan
kesejahteraan.

Sungguh
ironi, mengapa saat ini negara yang berlandaskan dan atau berpenduduk
mayoritas muslim kurang berlaga dalam kancah peradaban dunia seperti
dahulu kala? Mengapa mereka tidak dapat membuat rantai peradaban
islam? Padahal begitu banyak potensi yang dimiliki negara islam.


Potensi
negara-negara islam

Dilihat dari aspek historis, potensi negara islam
sungguh mengagumkan. Negara-negara islam yang ada saat ini merupakan
serpihan sebuah kekuatan besar yang pernah mengelola peradaban di
bumi ini 14 abad lamanya. Dari pemerintahan Rasulullah saw sampai
khilafah Turki Utsmaniyah yang runtuh tahun 1924. Di bawah naungan
khilafah islamiyah, islam berkobar memberi cahaya di kegelapan dunia
yang fana ini.
Negara-negara islam memiliki kesatuan aqidah yaitu
menyembah Tuhan yang Esa, Allah swt. Dengan kesatuan aqidah inilah,
rasa ukhuwah menyatukan hati kaum muslimin, kekuatan besar akan
muncul, kebatilan akan sirna, dan kerusakan dunia akan berkurang.
Kesatuan aqidah merupakan potensi umat islam terbesar yang harus
dipelihara sampai akhir zaman.
Potensi sumber daya alam yang dimiliki negara
islam pun sungguh luar biasa. Indonesia dengan tanahnya yang subur
dan negara Timur Tengah dengan minyaknya yang berlimpah adalah
sebagian kecil dari potensi sumber daya alam dimiliki umat islam.
Berlimpahnya sumber daya alam di
negara-negara islam bahkan membuat iri negara-negara barat. Mereka
berusaha menghancurkan negara islam demi menguasai kekayaan alam umat
islam yang terkandung di bumi ini.


Permasalahan
yang dihadapi negara islam saat ini

Negara-negara islam saat ini sedang mengalami
krisis mulidimensi. Perpecahan telah terjadi dimana-mana. Setiap
golongan membanggakan dirinya sendiri, mereka saling sikut dan
banting antar saudara seiman. Serasa tidak ada toleransi dalam
masalah khilafiah. Mereka merasa dirinya paling benar, saling
mencaci, hingga kasus perang saudara antar golongan pun terjadi.
Kita perlu berkaca pada negara-negara barat.
Mereka sungguh kompak. Antara negara yang
satu dengan yang lain saling bahu membahu membangun kemajuan dan
kesejahteraan. Mereka berhasil menyatukan visi dengan terbentuknya
Uni Eropa. Bahkan saat ini Uni Eropa membuat satu mata uang bersama
yaitu euro.
Ghozwul Fikr yang diluncurkan negara barat
ternyata cukup berhasil memporak-porandakan peradaban yang dibangun
negara islam. Ghozwul fikr telah tampak pada kehidupan umat islam
saat ini. Gaya hidup, entertaintment, pakaian, pola makanan sampai
kerangka  berfikir umat ini telah terbumbui sikap kebarat-baratan
yang jauh dari kepribadian islam. Barat berhasil menanakan
benih-benih al wahn yang membuat umat islam lemah dan tak
berdaya dalam mencapai kematangan dirinya apalagi membangun kemajuan
negara.
Saat ini mayoritas negara islam masih menyandang
status negara berkembang. Hal ini disebabkan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang diraih negara islam jauh tertinggal
dari negara barat. Semangat negara islam dalam membangun kemajuan
teknologi, mayoritas masih kurang. Hanya sebagian kecil dari negara
yang berafiliasikan islam yang peduli terhadap pengembangan IPTEK
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
tertinggal membuat posis negara muslim dalam kancah pergaulan global
menjadi sulit. Negara muslim tidak dapat menduduki puncak
kepemimpinan dunia. Hal ini menyebabkan penentu kebijakan global
dipegang oleh negara maju yang cenderung jauh dari keadilan.
Pantaslah negara islam saat ini porak-poranda diotak-atik oleh negara
maju (negara barat).


Solusi

Negara-negara
islam harus membangun rantai peradaban islam dalam bentuk persatuan
dan kekuatan bersama dalam menghadapi kancah pergaulan global.
Persatuan itu dilandasi dengan ikatan ukhuwah yang erat. Merasa
senasib dan sepenanggungan. Mereka hendaknya mempunyai kesatuan visi
dan ideologi (islam) yang diwujudkan dalam bentuk uni negara islam
dunia
. Tinggalkan egoisme, munculkan solidaritas dan nasionalisme
islam yang berlandaskan kesatuan aqidah (rabb yang Ahad, Allah) bukan
wilayah.
Umat
islam wajib melakukan ghozwul fikr balik terhadap barat. Hal
ini dapat dilakukan dengan menampilkan bahwa islam itu indah dan
moderat, tidak ekstrimis, penuh dengan kedamaian dan kesejahteraan,
serta sesuai dengan perkembangan zaman. Materi keislaman hendaknya
menjadi main menu pada kurikullum pendidikan di negara yang
mayoritas penduduknya muslim. Karena melalui jalur pendidikanlah,
berbagai pemikIran cemerlang yang bersumber dari ilahi akan merasuk
ke dalam hati dan pikIran generasi pembangun bangsa dan negara ini.
Pengembangan
IPTEK perlu mendapat perhatian khusus dari para pemimpin negara
islam. Dengan penguasaan IPTEK-lah negara islam dapat menduduki
posisi penting dan sejajar dengan negara maju di dunia. Dengan itu
suara negara islam dalam pergaulan global akan didengar dan disegani.
Sangat disayangkan, pengembangan IPTEK di negara islam amat minim.
Hanya beberapa negara yag serius dalam pengembangan IPTEK, seperti
Iran.
Iran patut menjadi teladan bagi negara islam
lainnya. Dengan semangat nan gigih, Iran telah berhasil membangun
proyek pengadaan uranium untuk pembuatan energi nuklir. Walaupun
resolusi DK PBB menghadang, Iran tetap pada pendiriannya. Karena bagi
umat islam, fungsi utama nuklir bukanlah alat perang tapi alat
pemberi energi kesejahteraan. Dengan lantangnya pemimpin Iran,
Ahmadinejad, menentang kebijakan negara adidaya arogan, Amerika
Serikat dan sekutunya yang berusaha menghalau program nuklir ini.
Meraka takut akan kehilangan hegemoninya yang selama ini mereka
bangun. Meraka khawatir akan munculnya negara islam adidaya seperti
dahulu kala telah menghancurkan peradaban barat menuju peradaban
islam. Iran telah menunjukkan bahwa negara islam bukanlah negara
boneka dan tak berdaya untuk di atur dengan seenaknya. Iran telah
menunjukkan bahwa negara islam adalah negara mandiri yang bebas dari
tipu daya kotor.  Sudah selayaknya negara islam yang lain bercermin
pada keberhasilan dan keberanian Iran.

Guruku, jangan di politisi!

March 16th, 2007 by epsdin-alhanif

Guruku, jangan di politisi!

Aep Saepudin

 

  Dentuman bom menggema di dua pelosok kota Sakura,
Hirosima dan Nagasaki. Ketika dua kota tersebut dibom oleh tentara sekutu
menggunakan bom atom sampai luluh lantah, Sang kaisar Jepang, Hirohito dengan penuh
kekhawatiran langsung bertanya kepada pusat informasi. Tahukah anda apa yang
dia tanyakan? Kaisar Hirohito bukan menanyakan berapa jumlah tentara, tank,
pesawat tempur, kapal perang yang ada atau jumlah aset negara yang tersisa.
Tapi yang ia tanyakan adalah berapa jumlah guru yang masih hidup?

Luar biasa!
Begitu fahamnya pemahaman sang pemimpin akan fungsi guru.
Dia tidak putus asa karena negeri yang
dipimpinnya hancur lebur. Dia tidak khawatir Jepang akan hancur selamanya,
karena guru masih banyak yang hidup. Memang tidaklah aneh, hanya dalam waktu
yang singkat, Jepang sudah kembali seperti semula sebagai negara maju, berkat
memaksimalkan fungsi guru. Lalu bagaimanakah sosok guru di mata manusia Indonesia
ini? Bangsa yang ‘katanya’ mempunyai nilai luhur dan menjunjung tinggi sila
kemanusiaan yang adil dan beradab.

 
Arti Seorang Guru

Dalam konteks persekolahan
guru adalah ujung tombak. Guru memegang peranan yang sangat penting untuk
menjamin proses pembelajaran bisa berlangsung. Mungkin itulah yang menjadi
landasan pikiran bagi Ho Chi Min (bapak pendidikan Vietnam) yang mengatakan
bahwa, No teacher No education. No education, no economic and social
development.
Begitu tingginya arti seorang guru bagi pembelajaran bangsa
ini. Tanpanya bangsa ini tak akan maju dan makmur. Tanpanya tunas-tunas penerus
bangsa tak akan bangkit membangun idealismenya demi kejayaan tanah air tecinta.

Tidak dapat dipungkiri bahwa
peranan guru sangatlah besar, sangat dibutuhkan untuk menjalankan proses
pembelajaran di sekolah-sekolah.
Masyarakat sangat membutuhkan
guru.
Sayangnya hingga kini,
Indonesia masih mengalami kekurangan guru, mulai dari Aceh hingga ke Jayapura.
Kekurangan guru masih melanda di berbagai jenjang pendidikan. Di tengah krisis
guru di Tanah Air ini, profesi guru menjadi sangat marginal dan ironis. Profesi
guru kini tengah mengalami krisis apresiasi. Rasa hormat dan penghargaan
terhadap guru dan profesinya memudar. Banyak pandangan melihat profesi guru
bukan lagi sebagai sebuah profesi menarik, terutama dari kalangan menengah ke
atas. Karena profesi guru tidak menjamin masa depan yang lebih baik. Ada pula
berkata, kalau mau jadi guru bersiaplah untuk hidup miskin.

 Lihat saja guru TK yang begitu mulia mendidik anak pada
tingkat paling penting, paling dasar. Banyak di antara mereka gajinya Rp
100.000 sampai Rp 200.000 perbulan. Guru besar dengan pangkat IV/E paling
banyak menerima gaji Rp 2,9 juta. Itu sudah mahaguru, puncaknya prestasi dan
kemuliaan seorang guru. Jadi jangan heran kalau akhirnya banyak guru yang nyambi
ngojek, sehingga tak sempat menyiapkan proses belajar mengajar lebih baik.
Akibatnya, tentu mutu siswa juga kurang
terjamin.

 Begitu minimnya bentuk
penghargaan untuk pejuang tanpa tanda jasa ini. Mana mungkin Indonesia ini akan
makmur dan maju dalam segi IPTEK jika penghargaan terhadap guru masih minim.
Bukankah salah satu parameter kemajuan suatu negara dilihat dari kuantitas dan
kualitas pembelajaran dan kajian ilmu di sekolah-sekolah? Kualitas dan kualitas
pembelajaran di sekolah salah satunya ditentukan oleh sosok guru.

Dalam UU Nomor 18 tahun 2006 tentang APBN tahun
anggaran 2007 pemerintah hanya mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp
90,10 triliun. Jumlah itu hanya 11,8 persen dari total APBN 2007 yang besarnya
mencapai Rp 763,6 triliun. Hal ini bertentangan dengan Pasal 31 ayat 4 UUD RI
1945 yang menyatakan negara memprioritaskan anggaran pendidikan
sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD.
(www.beritasore.com,
18 Januari 2007). Jika anggaran pendidikan seperti ini, mana mungkin
kesejahteraan guru akan tercapai? Mana mungkin perkembangan IPTEK sebagai basis
kemajuan suatu negara akan terwujud?

 Beberapa
bulan silam, pemerintah mengadakan program sertifikasi guru. Program
sertifikasi ini bertujuan melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang
tidak kompeten yang dapat merusak citra profesi guru, dan melindungi masyarakat
dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas. Tapi, apakah program
ini benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan guru dan mutu pendidikan?

 
Ada Apa dengan Setifikasi Guru?

Program
sertifikasi guru merupakan angin segar bagi kalangan guru, namun beberapa guru senior
yang sudah bertahun-tahun mengabdi ternyata tidak memenuhi persyaratan untuk
mengikuti program tersebut.
Nampaknya dampak
dari sertifikasi guru yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2005
tentang guru dan dosen perlu dipikirkan. Yang dikhawatirkan adalah akan terjadinya
ketimpangan kesejahteraan antara guru yang memenuhi syarat mengikuti program
sertifikasi dengan guru senior yang tidak memenuhi persyaratan akademik. Bagi
para guru senior program sertifikasi guru yang berujung kepada meningkatnya
kesejahteraan hanya akan menjadi impian karena terbentur kepada persyaratan
akademik

Program
tersebut setidaknya dapat meningkatkan kesejahteraan para guru. Namun di sisi
lain, persyaratan akademis yang mengharuskan peserta (guru) sertifikasi
sekurang-kurangnya sarjana (S-1/D-4) akan menjadi ganjalan bagi para guru
terutama di SD yang sudah bertahun-tahun mengajar.
Sejak gaung sertifikasi ini didengungkan, banyak guru
yang panik dan berlomba-lomba mengambil pendidikan S-1, agar dapat mengikuti
pendidikan profesi yang akan menghasilkan sertifikasi.

Proses sertifikasi
ini terkesan sangat birokratis dan dikhawatir bisa berimplikasi negatif,
misalnya menjadi lahan projek sejumlah LPTK (lembaga pendidikan tenaga
kependidikan) dan PT (perguruan tinggi). Karena itu, mungkin diperlukan juga
keterlibatan badan pengawas profesional untuk menghindari praktik ilegal.
Selain itu, program sertifikasi ini juga kadang dijadikan ladang untuk
mendapatkan pungutan liar. Apalagi jumlah guru yang belum bersertifikat itu
banyak sekali. Sampai sekarang telah diketahui program sertifikasi tersebut
dimanfaatkan sejumlah oknum untuk mengeruk keuntungan pribadi. Misalnya, banyak
guru SD yang belum sarjana berlomba-lomba untuk menuntaskan kuliah S-1 agar
dapat sertifikat.

 
            Begitulah kondisi guru di tanah air tercinta ini.
Penuh dengan nuansa politis. Mereka bukannya mendapat penghargaan yang layak
dan penghormatan yang mulia, malah dijadikan objek politis bagi kaum tertentu
yang egois dan penuh hasrat pribadi. Pemerintah hendaknya tegas akan hal ini.
Kaji kembali program sertifikasi yang masih syubhat manfaat dan
mudharatnya. Jangan biarkan para pejuang tanpa tanda jasa ini terluka dan
tertipu akan kebahagiaan semu. Saudaraku … jangan kau politisi guruku …?

cinta luar biasa

February 12th, 2007 by epsdin-alhanif

Cinta luar biasa..
Cinta seorang Kekasih kepada umatnya..
Hingga
pada hembusan nafasnya yang terakhir..
Lidah Rasulullah menuturkan tanpa
henti..
Ummati.. ummati.. ummati..

Cinta luar
biasa..
Kisah cinta Handzalah..
Meninggalkan isteri di malam
pernikahan..
Lantaran menyahut seruan jihad..
Akhirnya syahid di medan
perjuangan..

Cinta luar biasa..
Seteguh
kasih Khadijah..
Tak pernah jemu memberikan sokongan..
Rela mengorbankan
segala kemewahan..
Di saat Rasulullah dan Islam dipinggirkan. .

Cinta luar biasa..
Kisah kesetiaan Abu
Bakar..
Kasih seorang sahabat yg tiada tandingan..
Insan yang sentiasa
membenarkan. .
Sewaktu kata-kata Rasulullah dipersendakan. .

Cinta luar biasa..
Kisah ketabahan
Hajar..
Ditinggalkan di tanah yang gersang bersama Ismail..
Bukti kasih
seorang ibu yg berlarian mencari air..
Tatkala mendengar tangisan si anak
kecil..

Cinta luar biasa..
Umpama
keberanian Ali..
Di malam penghijrahan Nabi..
Menggantikan Rasulullah di
tempat tidurnya..
Walaupun jiwa menjadi taruhan..

Cinta luar biasa..
Cinta Asiah, Masyitah dan
Sumaiyyah..
Menggadaikan nyawa demi mempertahankan aqidah..
Iman di dada
tak sedikit pun goyah..
Kerana keyakinan yang teguh atas segala janjiNya..

Kisah cinta luar biasa..
Insan pilihan yg
berada di atas jalanNya..
Betapa tulusnya kasih, teguhnya jiwa..
Redha dan
sabar menempuh segala ujian..
Merekalah insan yg memahami erti kemanisan
iman..

Mampukah diri ini meraih cinta luar
biasa..??

PLN : Sentralisasi Listrik dan Desentralisasi Listrik ?

February 6th, 2007 by epsdin-alhanif

PLN : Sentralisasi Listrik dan Desentralisasi
Listrik ?

Aep Saepudin, Mahasiswa Teknik
Elektro ITB Tingkat 2


 “Ya ….. padam lagi !!!” Mungkin kata-kata
tersebut tak akan terucap manakal sistem distribusi listrik berjalan dengan
baik.
‘Mati listrik’ bagi masyarakat
pada umumnya memang merupakan hal yang sepele, tapi bayangkan jika hal ini
terjadi pada sebuah pabrik produksi skala besar atau pusat perbelanjaan dan
perkantoran yang tidak dapat ‘hidup’ tanpa pasokan listrik. Sungguh satu menit
aliran listrik sangat berarti bagi mereka. Gara-gara ‘mati listrik’, satu
pekerjaan terhambat akan membuat efek domino hingga pekerjaan lain pun
terhambat. Bila hal ini dibiarkan, kegiatan perekonomian, pendidikan, dan
bidang vital lainnya akan terganggu. Untuk mengatasi masalah ini, peran PLN dalam
mengelola perlistrikan sangat urgen.

Saat ini, sistem distribusi yang digunakan oleh PLN adalah sistem
sentralisasi. Sistem ini menekankan pada penggunaan pembangkit listrik terpusat
dan berskala besar. Tapi, apakah sistem tersebut efisien dan solutif dalam
menangani masalah distribusi dan penyediaan energi listrik?

Sistem pembangkit listrik yang bersifat tersentralisasi ternyata
dapat membawa dampak buruk dalam distribusi listrik di

Indonesia

. Dampak buruk yang
pertama adalah banyaknya wilayah pedesaan di

Indonesia

yang tidak dapat
menikmati listrik. Hal tersebut disebabkan oleh letak dan faktor geologis
pedesaan yang buruk dan sulit dicapai oleh jaringan listrik yang pembangkitnya
berada jauh dari pedesaan.

Selain itu sistem yang tersentralisasi pun
menyebabkan terjadinya penyusutan tenaga listrik. Dari tahun ke tahun PLN terus
berusaha meningkatkan efisiensi distribusi listrik, namun tetap saja susut
tenaga yang hilang karena sistem yang tersentralisasi tetap dibilang besar (
Presentase Penyusutan Tenaga Listrik ,Sumber Dirjen Pembangkit Listik dan Energi). Penyusutan tenaga listrik ini pun menjadi
salah satu penyebab terjadinya krisis energi listrik di beberapa daerah. Walaupun
kemampuan pembangkit listrik berada di atas kebutuhan listrik di daerah
tersebut, namun karena adanya penyusutan tenaga listrik, tenaga listrik yang
terealisasikan jauh di bawah kemampuan pembangkit listrik itu dan lebih kecil
dari besar tenaga yang dibutuhkan.

Masalah listrik lain
yang sering terjadi adalah padamnya aliran listrik dan tidak stabilnya tegangan
listrik. Padamnya aliran listrik
biasanya terjadi pada masa beban puncak. 
Hal tersebut terjadi karena banyaknya pemakaian listrik. Penyedia energi listrik (PLN) tidak mampu
mencukupi kebutuhan listrik masyarakat karena tidak ada pasokan sumber energi
yang cukup. Untuk mengatasi hal ini dilakukanlah pemadaman secara sengaja agar
tidak terjadi kerusakan pada penyalur listrik. Karena di Indonesia pendistribusian listrik menggunakan sistem sentralisasi,
maka apabila dilakukan pemadaman pada gardu listrik, seluruh wilayah yang
bergantung pada gardu tersebut akan mengalami black out.

 Meninjau masalah di atas,
sangatlah diperlukan suatu sistem baru yang dapat menyokong penyediaan energi
listrik saat ini. Suatu sistem yang dapat menjangkau seluruh pelosok tanah air.
Itulah sistem desentralisasi listrik.  Sistem
ini menggunakan pembangkit listrik berskala kecil yang terdesentralisasi
(tersebar) di seluruh daerah rawan listrik dan membutuhkan pasokan listrik yang
besar.

Kelebihan sistem desentralisasi dibandingkan
sentralisasi pembangkit tenaga listrik adalah sebagai berikut :

o Jaringan
transmisi listrik mengacu pada satu kawasan tertentu.

Berbeda dengan sistem yang umum sekarang,
yaitu sentralisasi, dimana satu pembangkit listrik dengan skala besar menyuplai
listrik ke daerah-daerah yang jauh dengan jaringan transmisi tersebar. Sistem
desentralisasi ini terdiri dari pembangkit listrik yang dibangun di dekat atau
di tempat yang membutuhkan listrik, misalnya rumah sakit, perumahan, dan pusat
pertokoan.

o Pengelolaan
distribusi listrik lebih mudah.

Jangkauan listrik yang kecil akan
memudahkan pengelolaan sistem distribusi listrik. Aliran listrik dapat
terkendalikan dengan optimal sehingga bila terjadi gangguan listrik dapat
dengan cepat ditangani. Kasus padam listrik pun akhirnya dapat dicegah.

o Memiliki
penyusutan daya listrik yang lebih kecil dan efisiensi energi yang lebih besar

Penyusutan daya listrik dapat terjadi
akibat luasnya jangkauan transmisi listrik disertai dengan gangguan sistem
distribusi, misalkan putusnya kabel listrik pada daerah tertentu. Hal itu akan
membuat listrik terbuang dengan sia-sia tanpa dimanfaatkan. Karena sistem ini
memiliki jangkauan aliran listrik yang kecil maka penyusutan daya dapat
dikurangi sehingga efisiensi energi pun
akan besar.

 Sebenarnya
sistem desentralisasi sudah di kaji sejak sekian lama. Tapi mengapa pihak PLN
belum merealisasikannya atau mempublikasikan kepada masyarakat?! Penerapan
sistem desentralisasi listrik hendaknya mendapat perhatian dari pihak
pemerintah karena listrik menyangkut hajat hidup orang banyak dan sangat urgen
peranannya dalam membantu proses aktivitas masyarakat.

PLN hendaknya melakukan pengkajian mengenai sistem
dsentralisasi listrik ini dan melakukan kerja sama dengan pihak swasta dan
akademisi untuk mengkaji mengenai realisasi sistem ini di Indonesia. Apalagi
beberapa tahun lalu telah ditemukan pembangkit listrik skala kecil yang dapat
mendukung upaya desentralisasi listrik. Alat itu bernama turbin gas mikro.

 Turbin
gas mikro cangat cocok digunakan sebagai teknologi penunjang desentralisasi
pembangkit tenaga listrik. Hal yang mendasari hal tersebut diantaranya :

1. Turbin gas mikro merupakan pembangkit
listrik skala kecil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik suatu kawasan
perumahan, pusat pertokoan, pabrik, atau rumah sakit

  1. Turbin
         gas mikro ini dapat diletakkan di luar bangunan dan dalam pengoperasiannya
         dirancang khusus untuk maintenance free, sehingga dapat menekan
         biaya perawatan.
  2. Emisi gas
         NOx yang dihasilkan sangat rendah (dibawah 9 ppm). Sehingga tak
         akan merusak lingkungan.
  3. Keluaran
         gas bakar dari turbin masih mempunyai mempunyai suhu sekitar 250oC.
         Panas ini masih dapat dimanfaatkan untuk memanaskan air atau heater.
         Sehingga dengan pemanfaatan panas gas buangan ini, sistem Turbin gas mikro
         dapat dimanfaatkan sebagai sistem cogeneration.

5. Mempunyai daya dan efisiensi listrik yang
lebih tinggi dibanding turbin mesin dan mesin diesel.

6. Berbentuk lebih kompak dengan ukuran
tinggi 1,9 m, lebar 0,7 m dan 1,35 m,
dan berat hanya 500 kg sehingga dalam penyimpanannya hanya membutuhkan area
yang kecil.

7. Kemudahan dalam operasional.

Menurut sepengetahuan penulis *di Indonesia
sendiri pemanfaatan Turbin gas mikro masih terbatas dan pengembangan
pemanfaatan Turbin gas mikro ini mengalami kendala antara lain kemungkinan akan
mahalnya pengadaan infra struktur jaringan pipa LNG, serta masih mahalnya
fasilitas pengadaan komponen Turbin gas mikro sebagai pembangkit listrik yang
dapat menggantikan mesin diesel. Tetapi dengan ditemukannya pemakaian bahan
bakar alternatif untuk Turbin gas mikro yaitu minyak tanah, pemanfaatan Turbin
gas mikro dapat dikembangkan lebih lanjut.
Kondisi tersebut membuat Turbin gas mikro
mempunyai prospek yang cerah dan berpotensi sebagai pembangkit tenaga listrik
yang independent.

Kesimpulan

Sistem pembangkit tenaga
listrik dengan menggunakan metode sentralisasi tak cukup dalam menangani krisis
energi listrik yang terjadi di Indonesia. Sistem tersebut memiliki kekurangan
dalam hal distribusi atau transmisi listrik sehingga menyebabkan efisiensi
energi listrik yang kurang optimal untuk memenuhi kebutuhan listrik. Hal
tersebut menimbulkan krisis listrik di berbagai daerah.

Penggunaan sistem
desentralisasi dengan menggunakan turbin gas mikro merupakan solusi yang tepat
dalam menangani krisis energi listrik. Hal itu disebabkan sistem ini memiliki
jaringan transmisi listrik yang mengacu pada satu kawasan tertentu, pengelolaan
distribusi listrik lebih mudah, daya susut lebih kecil, dan efisiensi energi lebih besar dibanding sistem
sentralisasi.

Penerapan sistem
desentralisai listrik dan teknologi turbin gas mikro sebagai penyokongnya, perlu
mendapat dukungan dari segi biaya produksi, pengadaan alat, sosialisasi, dan peraturan
perundangan yang mengatur penerapan teknologi ini. Tentunya hal ini dapat
terlaksana jika semua pihak yang terkait (pemerintah, pengusaha, dan akademisi)
bekerja sama dan bersungguh-sungguh dalam merealisasikannya. 

 

 

 

 

 

 

untuk calon istriku

January 23rd, 2007 by epsdin-alhanif

Assalammu’alaikum Wr… Wb…

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care…
Allah selalu bersama kita

Ukhtiku…
Masihkah menungguku…?

Hm… menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu…
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang ‘istimewa’
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari ‘dunia lain’ masuk ke jiwa

Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu
Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
Ngejomblo itu nikmat, jenderal!
Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak

Karenanya wahai bidadari dunia…
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini ’sarang tikus’
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri

Ukhtiku…
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada ‘kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu

Ukhtiku…
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah…saat itu pasti ‘kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa

Wahai perhiasan terindah…
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh…itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya

Ukhtiku…
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita

Ukhtiku…
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah ‘kan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana…
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu…
Masih banyak yang harus kucari, ‘tuk bahagiakan hidup kita nanti…

Ukhtiku…
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang…

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo’akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau ‘kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau ‘tuk dikagumi
Akulah orang yang ‘kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu

Ukhtiku…
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku ‘kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup

Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau ‘kan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia…
‘kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti…
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga…

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki
……

(Dewi Khayalan - Daun Band)

Ya Allah…
ringankanlah kerinduan yang mendera
kupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku

Ya Allah…
ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini
ringankan langkah kami
beri kami kekuatan dan kemampuan
tuk melengkapkan setengah dien ini,
mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kami
terus berkelana tak perpenghujung
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan
yang telah Engkau berikan
Aamiin…

Wassalamu’alaikum Wr… Wb…

Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah…

kunjungi www.dudung.net

Tanda-tanda Lemah Iman dan Kiat untuk mengatasinya

December 12th, 2006 by epsdin-alhanif

Tanda-tanda Lemah Iman dan Kiat untuk mengatasinya   

Tanda-tanda
Lemah Iman

  1. Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa
         bersalah
  2. Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca
         Al-Qur’an
  3. Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti
         terlambat untuk melakukan shalat
  4. Meninggalkan sunnah
  5. Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam
         kebaikan dan sering gelisah
  6. Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat
         Al-Qur’an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya
         dan janji-janjiNya tentang kabar baik.
  7. Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah
  8. Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan
         bertentangan dengan syari’ah
  9. Menginginkan jabatan dan kekayaan
  10. Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang
         dikaruniakan oleh Allah
  11. Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan,
         sementara dirinya sendiri tidak melakukannya.
  12. Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan
         semestinya
  13. Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan
         tidak menghindari yang makruh
  14. Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil,
         seperti membersihkan masjid
  15. Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin
  16. Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan
         sesuatu demi kemajuan Islam
  17. Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti
         menangis dan meratap-ratap di kuburan
  18. Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa
         memiliki bukti
  19. Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn
         duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi
         kebendaan
  20. Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri

Hal-hal
berikut dapat meningkatkan keimanan kita:

  1. Tilawah Al-Qur’an dan mentadabburi maknanya, hening
         dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan
         lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Allah
         sedang berbicara dengan kita.
  2. Menyadari keagungan Allah. Segala sesuatu berada
         dalam kekuasaannya. Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang
         menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan
         kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan
         seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan
         malam sekalipun.
  3. Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal
         dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu
         dengan benar. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah,
         orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu.
  4. Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat
         Allah. Malaikat mengelilingi majels-majelis seperti itu.
  5. Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik
         akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan
         jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi
         orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan
         secara kontinyu.
  6. Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat
         kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.
  7. Mengingat fase-fase kehidupan akhirat, fase ketika
         kita diletakkan dalam kubut, fase ketika kita diadili, fase ketika kita
         dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka.
  8. Berdo’a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah.
         Merasa kecil di hadapan Allah.
  9. Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala harus
         kita tunjukkan dalam aksi. Kita harus berharap semoga Allah berkenan
         menerima shalat-shalat kita, dan
         senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum
         tidur, seyogyanya kita bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita
         sepanjang
         hari itu.
  10. Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran.
         Iman seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun
         dengan melakukan
         perbuatan buruk.
  11. Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki
         hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.

Sumber
: www.dudung.net

Maknai Hari Pahlawan dengan Pergerakan Nyata

December 11th, 2006 by epsdin-alhanif

Maknai
Hari Pahlawan dengan Pergerakan Nyata

Aep Saepudin

 

Merdeka ….. merdeka …… itulah kata favorit
ketika dahulu bangsa ini tertindas diliputi belenggu penjajahan. Penjajahan yang menekankan pada
pemboikotan materi dan tenaga manusia. Kala itu, imperialisme dan kolonialisme
merebak di penjuru bumi pertiwi. Tak sedikit korban jiwa berjatuhan. Tak sedikit
tetesan keringat dan darah keluar dari tubuh pejuang bangsa ini. Tanpa pamrih,
tanpa puji dan balas budi mereka berjuang tuk menggapai satu kata …. MERDEKA !!
Hidup terhina atau mati mulia. Mungkin prinsip itulah yang melekat dalam dada
mereka. Kata yang membuat bara api perjuangan menggelora dalam relung jiwa raga
mereka.

 Dulu pahlawan bangsa ini, berjuang
keras memberantas penyiksaan fisik yang dilakukan kaum penjajah, sang pemeras
darah tak berdosa. Bangsa kita dengan mudahnya tertipu oleh propaganda mereka.
Harta, tahta, dan mahkota mereka tawarkan pada masyarakat pribumi demi
kepentingan sepihak.
Sumber daya alam terkurap, sumber daya manusia kita
tertindas. Bumi pertiwi menangis.

 Sampai detik
ini, kondisi tersebut masih belum lenyap dalam jiwa ibu pertiwi ini. Penjajahan
masih menaungi kehidupan bangsa. Penjajahan sekarang tidaklah seperti dulu. Penjajahan
sekarang adalah penjajahan modern yang memeras sumber daya materi dan immateri.
Bukan hanya fisik, tetapi juga hati dan pemikiran rakyat terbelenggu dalam
kegelapan. Kemakanah para pahlawan bangsa !?? Kemanakan jiwa-jiwa penerus
pejuang yang mengemban amanah negeri ini !?? Sampai kapankah kita berdiam diri
dalam tempurung penjajahan ini !??

 Sudah
saatnya kita bergerak, berjuang, dan menegakkan badan tuk menghadang
gerak-gerik penjajah bangsa. Pahlawanku kum fa andzir !! Ibu pertiwi ini merindukan sosok
pahlawan yang bisa membawa perubahan pada peradaban baru.
Peradaban yang
merdeka dari campur tangan kotor pihak asing. Peradaban yang membentuk
masyarakat madani.

Pahlawan harapan bangsa saat ini tak hanya
harus kuat “tangan”nya tetapi juga hati dan pikirannya. Sekarang adalah zaman globalisasi. Zaman dimana
dunia terasa semakin sempit, jarak semakin dekat, dan penggunaan ilmu
pengetahuan dan teknologi marak di penjuru bumi ini. Sudah seharusnya jiwa-jiwa
pengemban warisan para pahlawan terdahulu yaitu kemerdekaan, membekali dirinya
dengan ilmu dan iman tuk mengahadapi penjajahan era globalisasi yang
multidimensional.

Sadarlah wahai sang pengisi kemerdekaan, sang pengemban amanah rakyat !!
Para pahlawan yang syahid dahulu menunggu kontribusimu. Kontribusi yang nyata
dan real untuk kemajuan bangsa ini. Mereka tak memerlukan pujian hampa dengan
perayaan hari pahlawan yang rutin dituliskan dalam agenda kenegaraan. Tapi,
mereka hanya perlu sebuah dobrakan peradaban yang mampu membentengi bangsa ini
dari penjajahan multidimensi.

 10 November adalah hari dimana
jasa pahlawan dikenang oleh sebagian masyarakat

Indonesia

. Tapi, apakah masyarakat
memaknai esensi hari tersebut? Ketika bangsa kita sedang menghadapi angka
pengangguran paling sedikitnya 38 juta (Tempo Interaktif 1 Nov), dan utang luar
negeri dan dalam negeri begitu besar, cukupkah kita hanya mengadakan peringatan
Hari Pahlawan 10 November? Ketika hiruk-pikuk tentang terorisme sedang melanda
seluruh negeri, apa pula gunanya memperingati Hari Pahlawan? Apakah peringatan
Hari Pahlawan masih ada artinya, ketika persatuan dan kesatuan bangsa kita
sedang dikoyak-koyak oleh berbagai sentimen negatif kesukuan dan dikotori
pertentangan agama? Sekarang yang kita perlukan adalah sebuah pergerakan yang
mempu menghapus penjajahan ini. Pergerakan yang mampu merubah kondisi bangsa
menuju bangsa madani.

 

Generasi
Muda Kum fa andzir !!!

Peranan generasi muda sangatlah urgen dalam pergerakan ini. Karena
merekalah sang pewaris tahta kepahlawanan yang potensial dalam mengisi
kemerdekaan. Mengingat situasi yang begini buruk dewasa ini seperti maraknya kisi
kekerasan, hubungan internasional yang memburuk, investasi yang menurun, utang
yang makin menggunung, pengangguran yang makin membengkak, pelecehan
terus-menerus terhadap hukum dan HAM, korupsi yang tetap merajalela, adalah
kewajiban moral angkatan muda dari berbagai golongan, keturunan, suku, agama,
dan aliran politik untuk menjadikan jiwa Hari Pahlawan.sebagai senjata guna
berjuang melawan pembusukan besar-besaran ini.

Hari Pahlawan harus sama-sama kita kembalikan kepada peran (dan
pesannya) yang semestinya. Ini adalah tugas utama bangsa kita, termasuk dari
kalangan pendidikan dan sejarawan. Merekalah yang dapat membuat nama pahlawan
harum dimata dunia. Pendidikan sejarah kepahlawanan hendaklah dapat memotivasi
generasi muda untuk bergerak seperti para pahlawan, ikhlas tanpa pamrih, demi
kemajuan bangsa ini dan dapat mengambil hikmah dari semua perjuangan pahlawan
terdahulu. Jangan hanya mengacu pada aspek normatif akademik seperti hafalan
nama dan peristiwa gugurnya para pahlawan. Angkatan muda harus dididik untuk
menghayati benar-benar semangat pengabdian kepada rakyat dan pengorbanan diri
demi kepentingan nusa dan bangsa.

Dengan tekad bersama untuk menjunjung tinggi-tinggi semangat
revolusioner dalam mengabdi kepada kepentingan rakyat, marilah kita maknai Hari
Pahlawan dengan bergerak dalam naungan barisan pendobrak menuju peradaban
gemilang yang bebas dari penajahan.

 

 

 

 

Ikhwan Sejati

December 8th, 2006 by epsdin-alhanif

IBU…CERITAKAN AKU TENTANG IKHWAN
SEJATI…

 

Seorang
remaja pria bertanya pada ibunya:

Ibu,
ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…

 

Sang
Ibu tersenyum dan menjawab…

 Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya
yang kekar,

tetapi
dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya….

 

Ikhwan
sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,

tetapi
dari kelembutannya mengatakan kebenaran…..

 

Ikhwan
sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,

tetapi
dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …

 

Ikhwan
sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi
bagaimana dia dihormati didalam rumah… 

 

Ikhwan
sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,

tetapi
dari sikap bijaknya memahami persoalan…

 

Ikhwan
sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,

tetapi
dari hati yang ada dibalik itu…

 

Ikhwan
sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja,

tetapi komitmennya
terhadap akhwat yang dicintainya…

 

Ikhwan
sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,

 tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku
kehidupan…

 

Ikhwan
Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran,

tetapi
dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…

 

….setelah
itu, ia kembali bertanya…

 

"
Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"

 

Sang
Ibu memberinya buku dan berkata…. "Pelajari tenteng dia…" ia pun
mengambil buku itu

 

"MUHAMMAD",
judul buku yang tertulis di buku itu

 

 

Geulis ………

November 23rd, 2006 by epsdin-alhanif

Geulis ….

Mimiti ningali kalangkang anjeun ragrag dina Fokus hate kuring

Nyata, lempeng, digedean ku kakuatan Lensa maksimum

Siga tetes minyak ragrag di Ruang Hampa

Ngalayang bebas ti Gaya Gravitasi

Cinta kuring ka anjeun leuwih gede tibatan Bilangan Avogadro ..

Archimides jeung Newon moal ngarti

Medan

magnet anu nga-Induksi diantara urang

Enstein jeung

Edison

moal sanggup nyieun rumus E = mc2

Ah .. moal sabanding jeung Momen cinta kuring

Sanajan jarak urang siga panonpoe jeung Pluto basa Aphelium

Amplitudo gelombang hate anjeun nga-Interferensi hate kuring

Saendah Gerak Harmonik Sempurna teu kapangaruhan ku Gaya Pemulih

Siga kopel

gaya

kalayan Kecepatan Angular anu Tanpa Wates

Energi mekanik cinta kuring teu kapangaruhan ku Friksi

Energi potensial cinta kuring teu kapangaruhan ku Tetapan Gaya

Energi kinetik cinta kuring = mv~

Malah mah Hukum Kekekalan Energi moal mampu nandingan Hukum Kekekalan diantara urang duaan

Geulis …

Geura tingali hukum cinta urang duaan

Momen cinta kuring tegak lurus momen cinta anjeun

Ngajadikeun matriks anu simetri

Ngajadikeun cinta urang lir ibarat Titik Equilibrium anu sampurna

Ditambah Inersia anu tanpa wates

Moal kagedag ku impuls atawa momentum

gaya

Tah ieu Resultan Momentum Cinta urang